Thursday, February 4, 2016

Au Pair

Penulis: Icha Ayu
Editor: Herlina P. Dewi
Desain Cover: Teuh Santosa
Layout isi: Deeje
Proof Reader: Tikah Kumala
Cetakan I, Desember 2012
ISBN: 978-602-7572-09-6





*****
Pingin mahir bahasa asing dan jalan-jalan keliling Eropa?
Kenapa tidak coba ikutan program aupair?
Yup, au pair (baca:oper) adalah program yang memungkinkan semua orang dengan batasan usia tertentu bisa terbang ke Eropa dan mempelajari bahasa serta budayanya dengan bekerja sebagai baby-sitter. Selain mendapat gaji yang bisa dipakai untuk travelling, menjadi au pair juga akan menambah “nilai jual” kita setelah pulang ke tanah air.
Mau tahu caranya dan apa saja yang harus dipersiapkan?
Di buku ini, akan dibahas secara lengkap all about au pair. Dari mulai cara daftarnya, memilih host family, membuat resume yang menarik, sampai tips dan trik jalan-jalannya secara murah meriah di Eropa ala au pair. Bukan itu saja, di buku ini, penulis juga sharing pengalamannya ketika menjadi au pair di Prancis selama dua tahun.
Be ready to travel around Europe by reading this book
“Buku ini ditulis dengan sepenuh hati berdasar pengalaman icha meraih mimpi menjelajah Eropa. Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak ada uang banyak untuk ke Eropa, menjadi (baby-sitter) di Prancis pun menjadi jalan Icha untuk memperlancar bahasa Prancisnya dan berkeliling Eropa.”
*****
Aupair adalah sebuah program yang memungkinkan semua orang dengan batasan usia tertentu, dapat mempelajari bahasa dan budaya negara yang diinginkan dengan bekerja sebagai baby-sitter (Pengasuh anak) di rumah host family (Keluarga penerima). Jangka waktunya biasanya enam hingga delapan belas bulan. 

Batasan umur menjadi au pair 18 s.d 30 tahun. Tes kemampuan bahasa dengan standard Eropa bisa dilakukan di institute Francais (Untuk bahasa prancis), Dan Goete institute (Untuk bahasa jerman).

Memutuskan menjadi au pair berarti siap dengan kehidupan yang jauh dari keluarga dan teman-teman, siap menerima segala perbedaan di negara tempat kita tinggal nantinya, karena kita akan hidup bersama orang-orang baru dengan budaya yang begitu berbeda. Menjadi au pair berarti siap untuk memulai kehidupan baru yang penuh kerja keras.  

Atheis berasal dari bahasa yunani kuno yang berarti tidak memiliki Tuhan. Mereka bukannya percaya bahwa Tuhan tidak ada, tapi tidak percaya bahwa Tuhan ada. 

Agnostik berarti tidak tahu-bahkan tidak peduli-akan keberadaan Tuhan. Saat orang mengaku sebagai seorang Atheis, berarti dia betul-betul menolak akan pernikahan tentang adanya Tuhan dan kehidupan setelah kematian. Sedangkan Agnostik lebih berpikir bahwa mungkin Tuhan ada tapi entahlah. Agak serupa memang, tapi tak sama. 

Setiap orang berhak memiliki keinginan untuk berkeluarga dan memiliki keturunan, tapi ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Bahwa anak adalah juga titipan Tuhan yang harus kita didik sebaik-baiknya. Ingin memiliki anak karena tuntutan lingkungan social dan berkeluarga, tidak sama dengan kesiapan memiliki anak karena hati sudah siap untuk mendidik. 

Review:
Siapa yang enggak mau keliling Eropa? Yang pasti untuk untuk sebagian orang yang memiliki hoby travelling akut, selama mimpi masih ada dan kerja keras jalan yang harus ditempuh. Setuju?

Untuk menjadi au pair yang harus dipersiapkan terutama bahasa, untuk bahasa komunikasi sehari-hari.

Quote:
1. Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar dan tidak pernah rugi belajar bahasa asing. #hal 5

2. Because it really proves that when you determine to do something and when you believe that you’d make it, than you will just make it. 

3. Sebagai perempuan, harus bisa belajar mandiri dan tidak bergantung kepada siapapun sebelum akhirnya memutuskan untuk berbagi kehidupan dengan orang lain. #hal 63

4. Anak juga tidak pernah meminta untuk dilahirkan dan tidak bisa memilih di keluarga mana mereka akan hidup. #Hal 64

5. Things happen for a reason. #Hal 66

6. Dalam hidup, semuanya tergantung pada diri kita sendiri. Kitalah yang memutuskan apakah gelas ini setengah kosong atau setengah isi. Itulah rahasia kebahagiaan, kitalah, dan hanya kita, yang berhak memutuskan apakah kita akan bahagia atau sengsara. Apakah kita ingin mengeluh atau bersyukur, pesimis atau optimis, melihat sisi negative atau positif semua kejadian dalam hidup kita. Hanya kita dan selalu kita. #hal 66

7. Travelling membuat saya sadar betapa kecilnya dunia yang saya tahu selama ini. Betapa indahnya negara saya dan betapa travelling gak selalu harus mahal. Yang dibutuhkan hanya niat yang disatukan dengan keberanian untuk memulai. #Hal 126

8. A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.-Lao Tzu-

9. Kita memang tidak pernah tahu dengan siapa kita bertemu dalam setiap perjalanan. #171

10. Masa depan tidak pernah membiarkan kita untuk mengintip sejenak apa yang akan terjadi di kemudian hari. #Hal 171

11. The most difficult situation is always being the most memorable thing that stays in our memory. #Hal 172

12. To be happy is to share what you have because when you keep it for your self then you’ll never satisfy.#Hal 175

13. Memiliki anak dan mendidik anak bukanlah hal yang sama. #Hal 180

15. Hidup adalah pilihan dan setiap pilihan menyimpan resikonya tersendiri. #Hal 210

14. Jodoh tidak akan pernah meninggalkan kita hingga waktunya tiba. #hal227

15. Because everything in live happens for a reason anyway. #HaL 228

16. Bahwa hidup dalam keluarga itu bisa menjadi begitu membahagiakan. #Hal 232
  
Situs baru: 
1. http://www.aupair-world co.uk/index.php/au_pair_program/
2. www.aupair]–world.net.
3. www.imigrasi.co.id
4. Couchsurfing.org  & www.hospitaliatyclub.com
5. www.hitchwiki.org
6. Wwoof.org 
7. www.helpx.net

Kata baru: abodemen 



0 comments:

Post a Comment