Wednesday, January 18, 2017

Jodoh Berbatas Waktu

Akhir-akhir ini lagi di kelilingi oleh kejadian yang berhubungan dengan jodoh, Selain di tanya "Kapan nikah", yang mau dibahas kali ini bukan menyangkut jodohku yang masih dirahasiakan oleh Tuhan ya semoga cepat didekatkan. Dan ya ini menyangkut jodoh orang lain yang akhirnya dipertemukan oleh jodoh yang ke-2. Yups Jodoh ke-2 nya. 

Pernikahan yang diinginkan, diusahakan, dan diupayakan sedemikian rupa yang akhirnya direstui oleh Tuhan melalui orang tua dan akhirnya bisa hidup bersama dengan orang yang paling kita sayangi selama ini adalah berkah hidup yang luar biasa, partner hidup yang dia ada untuk kita selamanya, selama waktu kita didunia masih ada, bisa bahagia bersama, Siapa orang yang tidak menginginkan itu semua. Tapi yah tapi keduanya memang harus memegang komitment pernikahan yang harus di pegang masing-masing bukan cuma dari sisi suami, istripun harus bisa demikian. 

Setelah sekian lama bisa hidup dengan jodoh kita yang selama ini kita idam-idamkan tapi pada akhirnya dengan dia juga orang yang paling dominan untuk bisa berpeluang untuk menyakiti kita, ada orang lain yang mencoba memasuki kehidupan rumah tangga mereka berdua ini, dan apa sih penyebabnya selain adanya peluang dari salah satunya yang membuka untuk menginginkan orang lain yang merasa lebih dari apa yang dimilikinya? Kepuasan batin? Kenikmatan yang tidak didapat dari istri atau suaminya sendiri dan diperkuat dengan keinginan yang amat sangat ingin dari orang ke 3 itu untuk mencoba merusak keharmonisan rumah tangga. 

Dan akhirnya perceraian itu terjadi tanpa diinginkan dari kedua belah pihak, walaupun dibolehkan dalam agama, tapi perceraian amat sangat dibenci oleh Tuhan. Dan ditahap inilah jodoh memiliki batas waktu. 

Hidup terus berlanjut, bahagia harus tetap diperjuangkan, dan tetap mengupayakan jodoh berikutnya. Ya berikutnya, karena Tuhan menitipkan jodoh bisa lebih dari satu orang dengan catatan tidak menduakan, tapi bisa berganti dengan menyelesaikan dengan orang yang sebelumnya. 

Ya seperti itulah kiranya penjelasan perkara jodoh. 

-Oliev nulis jodoh siang-siang.

Friday, January 13, 2017

Ketika bagian dari perintah Agama harus dipertaruhkan

Beberapa waktu yang lalu ada penawaran kerja yang mengharuskan aku untuk melepas jilbab, aku bingung. Itu kayak pertaruhan antara kepentingan dunia atau akhirat. Mana yang lebih penting?
Butuh waktu ternyata untuk mengambil keputusan yang menggiurkan ini, disatu sisi dan disisi lain. 
Ada keinginan yang cukup besar untuk bisa move on dari keadaan yang sebelumnya, ingin mengiyakan akan tetapi ada banyak tapi yang harus aku jawab jika memang mengambil keputusan itu. Akan ada ketakutan yang menyelimuti dari seluruh rangkaian usaha dalam meningkatkan keislaman yang udah dibangun selama ini. Mungkinkah di hancurkan begitu saja dan di ganti dengan kenikmatan dunia? Akhirat apa kabar lif? Dan ingatlah dunia ini hanyalah sementara, sementara orang lain yang memang mengusahakannya mati-matian lah kamu malah melepaskan begitu saja. Sehat lif kamu? Hahahaahaha

Ujian hidup memang datang dari mana saja, tapi untuk yang satu ini lebih sulit dari ujian-ujian yang sudah pernah aku lewati sebelumnya, menyangkut agama bawa-bawa kepentingan dunia dan akhirat, berat sekali. Agamapun menganjurkan manusia untuk terus bekerja keras dan mengupayakan yang diinginkanya, banyak jatuhnya lalu harus bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lagi, butuh lecet, butuh sedih, agar hidup makin berwarna bukan? 

Dan setelah difikirkan matang-matang aku Cholifah memutuskan untuk menolak secara terhormat untuk tidak mengambil keputusan itu, biarlah orang lain yang memperjuangkan mimpinya menjadi lebih nyata. Terus aku harus berdamai dengan apa yang menjadi keputusanku untuk tidak mengambil tawaran itu. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penolakan itu: 

1. Itu menjadi Negara ke-2 yang ingin diwujudkan selama aku hidup di dunia ini, bukan yang pertama. Ada negara lain yang aku usahakan yang semoga diwujudkan, semoga kuasa Tuhan memberikan kemudahan.

2. Tidak bisa meninggalkan syariat agama dalam bentuk apapun, ini yang menjadi dasar utama dan yang paling berat untuk ditinggalkan, bukan karena sok alim atau apa, tapi mungkin ini sudah menjadi prinsip yang aku pegang dari awal aku memutuskan untuk berhijab, sempat lepas jilbab karena memang waktu itu kondisi yang mendesak dan akhirnya di pakai lagi jilbabnya, alhamdulillah. Dan ujian imanpun tidak berhenti sampai disitu. Masih terus berlanjut hingga masalah ini ada. 

3. Tuhan akan mengganti rezeki manusia dari banyak sumber kok, bukan dari satu tempat saja, aku masih punya banyak pintu kemungkinan-kemungkinan yang lainnya, jadi ya........ Oke ga masalah, aku masih bisa berusaha menjadi lebih baik lagi dari hal ini, Dan hal ini tidak akan menghancurkan mimpiku yang lainnya, ingat lif ini hanya satu dari sekian banyak masalah yang ada, 

4. Aku kuat dari apa yang aku fikirkan, hadapi saja masalah yang ada. Toh masalah ada ga mungkin ga punya maksud dan tujuan kan? Dia membuatmu lebih besar dari hari ini loh lif. Dan percayalah semangat kamu ga akan pernah luntur sampai disini. 

Dan ya.... Semua masalah sudah pasti memiliki jawaban kok lif, kamu harus percaya dan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Hohoohooo....

-Oliev yang sedang kecewa tapi harus tetap melanjutkan kehidupan yang lebih baik.                                                                                                       

Thursday, January 12, 2017

Kemana aku harus pulang ?

Semua berawal dari tahun 2011 perjalanan pertama untuk memulai kehidupan jauh dari rumah, untuk mencari jati diri, mencapai keinginan dan mewujudkan harapan serta mimpi yang selama ini aku cari. Kalau diingat kembali untuk tinggal dan jauh dari rumah bukanlah perkara yang mudah, secara tergolong anak manja dan sedikit mandiri ini harus merasakan kerasnya kehidupan di usia yang tergolong terlalu dini untuk tinggal jauh dari hangatnya kasih sayang orang tua, Tapi kondisi yang menuntutku untuk melakukannya karna segalanya tidak akan pernah mungkin bisa dicapai kalau hanya tetap tinggal dirumah, Dan hidup menginginkan aku untuk melakukannya. 17 tahun memulai segala petualangan hidup. 

Dan tidak pernah menyangka bahwa segalanya yang aku cari dalam hidup memberikan jawaban dari pertanyaan yang selama ini aku cari tentang kemandirian, tentang bertahan dalam kondisi yang sulit, tentang menahan rasa rindu akan kasih sayang orang tua, tentang bangkit kembali dalam kondisi kehidupan yang memaksaku untuk bangkit lagi dan lagi. Hingga titik dimana lupa rasanya disayang, lupa rasanya dipeduliin, dan ketika jatuh kemudian bangkit lagi dan melanjutkan perjuangan kehidupan. 

Aku lupa rasanya disayang, aku lupa rasanya hangatnya pelukan orang tua, karna semuanya yang aku lakukan hanya harus melanjutkan perjuangan dari hari ke hari, sampe aku lupa perihnya rasa sakit saat jauh dari rumah, pelukan yang rasanya hangatpun aku lupa, sedih rasanya harus melakukan semua ini, tapi sekali lagi kondisi kehidupan yang menuntutku untuk melakukannya. Aku harus bisa mandiri dari sebelumnya, aku bisa lebih dari semua itu. 

Dan waktu berjalan begitu cepat tak terasa semuanya berjalan hingga 5 tahun lamanya dan udah ngapain aja oliev jauh dari rumah : Kerja, kuliah, bantu orang tua sedikit dan dapet pacar hahahaha, tepatnya September 2016 kemarin rasanya ingin menyudahi petualangan ini dan kembali ke rumah karna rindu akan semuanya, rindu akan masakan mamah, rindu akan hangatnya kamar yang selama ini aku tinggalin, rindu akan suasana kampung halaman dan mencoba untuk menikmati waktu yang ada. 

Tapi..... Tapi....... Tapi........ Tunggu dulu .......

Ternyata dan ternyata keberadaanku sekarang dirumah mengubah keadaan rumah yang dulunya baik-baik aja menjadi konflik yang tidak jelas dimana masalahnya dan bingung mengatasi solusinya, entah hal ini disebabkan karena keberadaanku kembali atau apa. Semuanya seakan tidak jelas asal usulnya. Mungkin keberadaanku saat ini mengusik kenyamananmu saat ini, Entahlah... Salah siapa dan dimana ? Seakan masalah yang tidak terlihat tiba-tiba hadir tanpa penjelasan.

Yang aku fikir ini sebenar-benarnya tempat dimana aku merasa lebih damai dari hingar-bingar perkotaan tapi nyatanya enggak, aku fikir ini tempat yang aku butuhkan, tempat yang membuat aku kembali lagi ingin pulang, tapi-tapi nyatanya enggak, Keberadaanku mengusik kenyamananmu dengan cara-cara yang ga dewasa. Dan menurut aku ini amatlah memalukan.

Jadi mungkin ini bukanlah tempat yang aku cari selama ini, Oliev lagi ngumpulin semangat untuk pergi lagi...........

Mungkin dengan pergi lagi semuanya akan kembali ke keadaan normal, Jangan mengkhawatirkan aku di luar sana, tentang kerasnya hidup yang harus dijalani, tentang dinginnya malam tanpa pelukan, tentang hangatnya rumah, dan rindunya masakan mamah. Aku akan pergi lagi. Semoga semuanya akan kembali normal seperti sedia kala. Jangan khawatirkan aku lagi, aku pasti baik-baik aja, Hidup sudah mengajarkan aku menjadi perempuan yang lebih kuat dari sebelumnya, Semoga tangga kehidupan disertai dengan jalan yang terbaik untuk aku dan semuanya.

Dan kamu ga perlu merasa bersalah atas semua pilihanku, aku bisa menjadi manusia kuat, ga perlu merasa bersalah dengan perkataan "Harusnya aku yang bisa membimbing dan melindungi", dengar ya aku udah lupa caranya disayang, aku udah lupa caranya dipeduliin kamu tenang saja ada atau ga ada kamu aku udah lupa. Hahahaha, Hei bung aku udah lebih kuat karna sikapmu, aku bisa seperti baja gini ya karna sikapmu yang tak pernah bisa menjadi dewasa, udahlah ga perlu minta maaf, jalani saja hidupmu semoga bisa menjadi panutan suatu hari nanti, Bahagia kan tanpa ada aku? Hahahaha.

Hidup kadang selucu itu sih, siapa yang harus bisa mendidik sekarang? Siapa yang harusnya disayang? Aku udah lebih kuat dari masalah yang ada, kamu tidak perlu minta maaf atas semua sikapmu, Karna aku udah mencoba melupakan masalah ini, baik-baik ya kamu, aku berdoa semoga kamu berada dikondisi hidup yang jauh lebih baik dari semua ini. 

Aku manusia kuat, dimanapun aku, aku akan tetap baik-baik saja, aku udah lupa caranya menyerah sama hidup ini, aku akan kembali menantang kehidupan di tempat yang baru, membuka kemungkinan-kemungkinan yang semoga berpihak sama aku, aku punya Tuhan yang lebih kuat dari masalah hidupku, aku pasti baik-baik saja, sekali lagi jangan khawatirkan aku. 

Aku punya Tuhan yang Maha baik, yang membimbingku ke arah yang lebih baik, kemudahan-kemudahan itulah yang aku percaya bahwa Tuhan hanya menginginkan aku menjadi lebih kuat dari sebelumnya, Terima kasih Tuhan, bimbing aku selalu dan jaga aku dalam lindunganmu.

Aku pergi untuk kembali lagi suatu hari nanti .....

- Oliev sedang mencari kekuatan untuk kembali menantang kerasnya hidup. 

Saturday, January 7, 2017

Teruslah Melangkah Lif....


Jadi dewasa ga pernah mudah, setiap harinya harus ada nilai dan makna yang berguna dan harus menjadi lebih baik dari sebelumya, usaha dan doa adalah kuncinya. Kalau kamu diam saja kamu tidak akan pernah menjadi siapa-siapa dan tidak akan pernah kemana-mana. Udah sampai dimana usaha kamu menjadi dewasa? Udah sampai dimana rencana kamu untuk mencapai semua itu?

Hari terus berganti, waktu tidak akan pernah terulang kembali, kamu tidak bisa kembali ke masa lalu. Waktu tidak akan pernah memperdulikan kamu, tapi kamu harus perduli terhadap diri kamu sendiri. Sudah bergerak menjadi lebih baikkah setiap harinya? Sudah bergerak mencapai apakah setiap detiknya?

Hidup membutuhkan tindakan kamu hari ini,  Dunia ingin memunjukan bahwa hidup ini menyenangkan, kamu harus bergerak dan melihat keindahan semua itu. Kamu harus melangkah menjadi lebih baik lagi lagi dan lagi. Semangat adalah kunci yang hakiki.Kamu pasti bisa menyelesaikan hingga akhir nanti.

Banyak orang yang menginginkan kamu menjadi lebih baik. Banyak orang yang menyayangi kamu, Tuhan bersama kamu. Melemah satu hari itu sama saja usaha mengurangi nikmat hidup satu hari. Cuma kamu yang mampu untuk bangkit kembali setelah jatuh berkali-kali. Cuma kamu yang mampu untuk menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai. Cuma kamu yang mampu untuk membuat semuanya menjadi nyata. Cuma kamu lif yang mampu, ga ada yang lain.

Dunia membutuhkan gerak kamu, Dunia membutuhkan kamu untuk mentertawakan semuanya, Ga ada yang lain yang mampu untuk bangkit kembali setelah jatuh berkali-kali. Percaya bahwa semuanya mungkin untuk dicapai. Kalau kamu nyerah sekarang siap merugilah kamu menjadi manusia yang katanya memiliki kehendak dan pilihan.

Aku kangen kamu yang bisa menyelesaikan semuanya, aku kangen semangat kamu, aku kangen kamu bangkit lagi, bangkit dan melanjutkan bukan berhenti seperti ini. Kamu bisa lif kamu bisa. Cuma kamu yang mampu menghadapinya, Cuma gerak langkahmu yang menentukan semuanya, Tuhan akan memberikan pertolongannya kalau kamu tidak pernah menyerah sedikitpun, Tuhan ada lif, ada. Karena Tuhan bersama orang-orang yang tidak pernah menyerah sedikitpun lif, kamu ada didalamnya.

Manfaatkan waktu yang Tuhan berikan untuk kamu setiap harinya, setiap detiknya, Kalau kamu menyerah semua selesai lif, selesai ga ada artinya lagi, ga ada manfaatnya lagi. Jangan berhenti dan tetap melanjutkan.

Rasanya ingin menyerah tapi hati ingin berjuang lagi.

Monday, January 2, 2017

Kangen - Rindu - Jarak

Perjalanan yang cukup panjang dan menguras energi melewati masa untuk menunggu dan berharap tapi semua memang harus dilalui demi harapan yang kita sebut bahagia bersama di hari yang kita nantikan. Dari kamu yang memberikan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan aku, Dari kamu yang memberikan ketenangan, Dari kamu yang selalu tahu akan kebutuhan mana yang harus dan mana yang enggak, Dari kamu yang selalu meminta waktu tambahan main, Dari kamu yang sering aku suruh pulang kalau udah jam pulang, Dari kamu yang mengajarkan apa itu rasa dan cinta, Dari kamu yang memberikan tempat buat aku belajar.

Jarak yang mengajarkan kita apa itu rindu, untuk saling mendoakan saat jauh dan percaya bahwa kita sedang memperjuangkan atas nama cinta dan masa depan, yang mengharuskan kita mengenali rindu lewat jarak yang berkilo-kilo meter jauh dari tempatku berada, Jalan Tuhan memang luar biasa dan aku percaya akan kebaikannya untuk kita tetap bisa merasakan sukur, doa yang selama ini kamu minta terkabul, usaha kamu memang luar biasa dan akhirnya Tuhan dengar itu, akupun turut bahagia.

Segala sesuatunya memang sudah ada jalannya dan aku berterima kasih atas perjalanan ini, Aku tetap disini, nungguin kamu sesuai dengan apa yang pernah kita bicarakan, untuk satu alasan yaitu kita. Untuk bisa sampai sana jalan memang terjal dan berbatu tapi kalau ga begitu kita ga mau belajar dan bersyukur diatas semua itu. 

Untuk bisa bersama dibutuhkan dua orang yang tetap tinggal atau keduanya sama-sama pergi, dan aku orang yang paling anti untuk nunggu tapi nyatanya demi kamu aku bisa mengalah, cuma sama kamu, cuma buat kamu. Mungkin suatu hari nanti Tuhan mengizinkan kita untuk merencanakan pergi bersama yang belum pernah sekalipun kita merasakan itu. karena kita terlalu sibuk dengan rencana masa depan masing-masing.

Dan kembali lagi ke titik awal bahwa rencana Tuhan memang indah, kadang kitanya tidak mau menerima pelajaran-pelajaran hidup itu karena terlalu sibuk dengan penilaian-penilaian orang lain pada kita. Dan rasa itu akan tetap ada dan hidup sampai pada titik ini. Aku kangen kamu, kangen kita  
Dari aku manusia yang masih percaya prinsip segala sesuatunya harus ada sebab - akibat dan kamu manusia tanpa alasan.