Akhir-akhir ini lagi di kelilingi oleh kejadian yang berhubungan dengan jodoh, Selain di tanya "Kapan nikah", yang mau dibahas kali ini bukan menyangkut jodohku yang masih dirahasiakan oleh Tuhan ya semoga cepat didekatkan. Dan ya ini menyangkut jodoh orang lain yang akhirnya dipertemukan oleh jodoh yang ke-2. Yups Jodoh ke-2 nya.
Pernikahan yang diinginkan, diusahakan, dan diupayakan sedemikian rupa yang akhirnya direstui oleh Tuhan melalui orang tua dan akhirnya bisa hidup bersama dengan orang yang paling kita sayangi selama ini adalah berkah hidup yang luar biasa, partner hidup yang dia ada untuk kita selamanya, selama waktu kita didunia masih ada, bisa bahagia bersama, Siapa orang yang tidak menginginkan itu semua. Tapi yah tapi keduanya memang harus memegang komitment pernikahan yang harus di pegang masing-masing bukan cuma dari sisi suami, istripun harus bisa demikian.
Setelah sekian lama bisa hidup dengan jodoh kita yang selama ini kita idam-idamkan tapi pada akhirnya dengan dia juga orang yang paling dominan untuk bisa berpeluang untuk menyakiti kita, ada orang lain yang mencoba memasuki kehidupan rumah tangga mereka berdua ini, dan apa sih penyebabnya selain adanya peluang dari salah satunya yang membuka untuk menginginkan orang lain yang merasa lebih dari apa yang dimilikinya? Kepuasan batin? Kenikmatan yang tidak didapat dari istri atau suaminya sendiri dan diperkuat dengan keinginan yang amat sangat ingin dari orang ke 3 itu untuk mencoba merusak keharmonisan rumah tangga.
Dan akhirnya perceraian itu terjadi tanpa diinginkan dari kedua belah pihak, walaupun dibolehkan dalam agama, tapi perceraian amat sangat dibenci oleh Tuhan. Dan ditahap inilah jodoh memiliki batas waktu.
Hidup terus berlanjut, bahagia harus tetap diperjuangkan, dan tetap mengupayakan jodoh berikutnya. Ya berikutnya, karena Tuhan menitipkan jodoh bisa lebih dari satu orang dengan catatan tidak menduakan, tapi bisa berganti dengan menyelesaikan dengan orang yang sebelumnya.
Ya seperti itulah kiranya penjelasan perkara jodoh.
-Oliev nulis jodoh siang-siang.
0 comments:
Post a Comment