Friday, January 13, 2017

Ketika bagian dari perintah Agama harus dipertaruhkan

Beberapa waktu yang lalu ada penawaran kerja yang mengharuskan aku untuk melepas jilbab, aku bingung. Itu kayak pertaruhan antara kepentingan dunia atau akhirat. Mana yang lebih penting?
Butuh waktu ternyata untuk mengambil keputusan yang menggiurkan ini, disatu sisi dan disisi lain. 
Ada keinginan yang cukup besar untuk bisa move on dari keadaan yang sebelumnya, ingin mengiyakan akan tetapi ada banyak tapi yang harus aku jawab jika memang mengambil keputusan itu. Akan ada ketakutan yang menyelimuti dari seluruh rangkaian usaha dalam meningkatkan keislaman yang udah dibangun selama ini. Mungkinkah di hancurkan begitu saja dan di ganti dengan kenikmatan dunia? Akhirat apa kabar lif? Dan ingatlah dunia ini hanyalah sementara, sementara orang lain yang memang mengusahakannya mati-matian lah kamu malah melepaskan begitu saja. Sehat lif kamu? Hahahaahaha

Ujian hidup memang datang dari mana saja, tapi untuk yang satu ini lebih sulit dari ujian-ujian yang sudah pernah aku lewati sebelumnya, menyangkut agama bawa-bawa kepentingan dunia dan akhirat, berat sekali. Agamapun menganjurkan manusia untuk terus bekerja keras dan mengupayakan yang diinginkanya, banyak jatuhnya lalu harus bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lagi, butuh lecet, butuh sedih, agar hidup makin berwarna bukan? 

Dan setelah difikirkan matang-matang aku Cholifah memutuskan untuk menolak secara terhormat untuk tidak mengambil keputusan itu, biarlah orang lain yang memperjuangkan mimpinya menjadi lebih nyata. Terus aku harus berdamai dengan apa yang menjadi keputusanku untuk tidak mengambil tawaran itu. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penolakan itu: 

1. Itu menjadi Negara ke-2 yang ingin diwujudkan selama aku hidup di dunia ini, bukan yang pertama. Ada negara lain yang aku usahakan yang semoga diwujudkan, semoga kuasa Tuhan memberikan kemudahan.

2. Tidak bisa meninggalkan syariat agama dalam bentuk apapun, ini yang menjadi dasar utama dan yang paling berat untuk ditinggalkan, bukan karena sok alim atau apa, tapi mungkin ini sudah menjadi prinsip yang aku pegang dari awal aku memutuskan untuk berhijab, sempat lepas jilbab karena memang waktu itu kondisi yang mendesak dan akhirnya di pakai lagi jilbabnya, alhamdulillah. Dan ujian imanpun tidak berhenti sampai disitu. Masih terus berlanjut hingga masalah ini ada. 

3. Tuhan akan mengganti rezeki manusia dari banyak sumber kok, bukan dari satu tempat saja, aku masih punya banyak pintu kemungkinan-kemungkinan yang lainnya, jadi ya........ Oke ga masalah, aku masih bisa berusaha menjadi lebih baik lagi dari hal ini, Dan hal ini tidak akan menghancurkan mimpiku yang lainnya, ingat lif ini hanya satu dari sekian banyak masalah yang ada, 

4. Aku kuat dari apa yang aku fikirkan, hadapi saja masalah yang ada. Toh masalah ada ga mungkin ga punya maksud dan tujuan kan? Dia membuatmu lebih besar dari hari ini loh lif. Dan percayalah semangat kamu ga akan pernah luntur sampai disini. 

Dan ya.... Semua masalah sudah pasti memiliki jawaban kok lif, kamu harus percaya dan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Hohoohooo....

-Oliev yang sedang kecewa tapi harus tetap melanjutkan kehidupan yang lebih baik.                                                                                                       

0 comments:

Post a Comment