Thursday, January 12, 2017

Kemana aku harus pulang ?

Semua berawal dari tahun 2011 perjalanan pertama untuk memulai kehidupan jauh dari rumah, untuk mencari jati diri, mencapai keinginan dan mewujudkan harapan serta mimpi yang selama ini aku cari. Kalau diingat kembali untuk tinggal dan jauh dari rumah bukanlah perkara yang mudah, secara tergolong anak manja dan sedikit mandiri ini harus merasakan kerasnya kehidupan di usia yang tergolong terlalu dini untuk tinggal jauh dari hangatnya kasih sayang orang tua, Tapi kondisi yang menuntutku untuk melakukannya karna segalanya tidak akan pernah mungkin bisa dicapai kalau hanya tetap tinggal dirumah, Dan hidup menginginkan aku untuk melakukannya. 17 tahun memulai segala petualangan hidup. 

Dan tidak pernah menyangka bahwa segalanya yang aku cari dalam hidup memberikan jawaban dari pertanyaan yang selama ini aku cari tentang kemandirian, tentang bertahan dalam kondisi yang sulit, tentang menahan rasa rindu akan kasih sayang orang tua, tentang bangkit kembali dalam kondisi kehidupan yang memaksaku untuk bangkit lagi dan lagi. Hingga titik dimana lupa rasanya disayang, lupa rasanya dipeduliin, dan ketika jatuh kemudian bangkit lagi dan melanjutkan perjuangan kehidupan. 

Aku lupa rasanya disayang, aku lupa rasanya hangatnya pelukan orang tua, karna semuanya yang aku lakukan hanya harus melanjutkan perjuangan dari hari ke hari, sampe aku lupa perihnya rasa sakit saat jauh dari rumah, pelukan yang rasanya hangatpun aku lupa, sedih rasanya harus melakukan semua ini, tapi sekali lagi kondisi kehidupan yang menuntutku untuk melakukannya. Aku harus bisa mandiri dari sebelumnya, aku bisa lebih dari semua itu. 

Dan waktu berjalan begitu cepat tak terasa semuanya berjalan hingga 5 tahun lamanya dan udah ngapain aja oliev jauh dari rumah : Kerja, kuliah, bantu orang tua sedikit dan dapet pacar hahahaha, tepatnya September 2016 kemarin rasanya ingin menyudahi petualangan ini dan kembali ke rumah karna rindu akan semuanya, rindu akan masakan mamah, rindu akan hangatnya kamar yang selama ini aku tinggalin, rindu akan suasana kampung halaman dan mencoba untuk menikmati waktu yang ada. 

Tapi..... Tapi....... Tapi........ Tunggu dulu .......

Ternyata dan ternyata keberadaanku sekarang dirumah mengubah keadaan rumah yang dulunya baik-baik aja menjadi konflik yang tidak jelas dimana masalahnya dan bingung mengatasi solusinya, entah hal ini disebabkan karena keberadaanku kembali atau apa. Semuanya seakan tidak jelas asal usulnya. Mungkin keberadaanku saat ini mengusik kenyamananmu saat ini, Entahlah... Salah siapa dan dimana ? Seakan masalah yang tidak terlihat tiba-tiba hadir tanpa penjelasan.

Yang aku fikir ini sebenar-benarnya tempat dimana aku merasa lebih damai dari hingar-bingar perkotaan tapi nyatanya enggak, aku fikir ini tempat yang aku butuhkan, tempat yang membuat aku kembali lagi ingin pulang, tapi-tapi nyatanya enggak, Keberadaanku mengusik kenyamananmu dengan cara-cara yang ga dewasa. Dan menurut aku ini amatlah memalukan.

Jadi mungkin ini bukanlah tempat yang aku cari selama ini, Oliev lagi ngumpulin semangat untuk pergi lagi...........

Mungkin dengan pergi lagi semuanya akan kembali ke keadaan normal, Jangan mengkhawatirkan aku di luar sana, tentang kerasnya hidup yang harus dijalani, tentang dinginnya malam tanpa pelukan, tentang hangatnya rumah, dan rindunya masakan mamah. Aku akan pergi lagi. Semoga semuanya akan kembali normal seperti sedia kala. Jangan khawatirkan aku lagi, aku pasti baik-baik aja, Hidup sudah mengajarkan aku menjadi perempuan yang lebih kuat dari sebelumnya, Semoga tangga kehidupan disertai dengan jalan yang terbaik untuk aku dan semuanya.

Dan kamu ga perlu merasa bersalah atas semua pilihanku, aku bisa menjadi manusia kuat, ga perlu merasa bersalah dengan perkataan "Harusnya aku yang bisa membimbing dan melindungi", dengar ya aku udah lupa caranya disayang, aku udah lupa caranya dipeduliin kamu tenang saja ada atau ga ada kamu aku udah lupa. Hahahaha, Hei bung aku udah lebih kuat karna sikapmu, aku bisa seperti baja gini ya karna sikapmu yang tak pernah bisa menjadi dewasa, udahlah ga perlu minta maaf, jalani saja hidupmu semoga bisa menjadi panutan suatu hari nanti, Bahagia kan tanpa ada aku? Hahahaha.

Hidup kadang selucu itu sih, siapa yang harus bisa mendidik sekarang? Siapa yang harusnya disayang? Aku udah lebih kuat dari masalah yang ada, kamu tidak perlu minta maaf atas semua sikapmu, Karna aku udah mencoba melupakan masalah ini, baik-baik ya kamu, aku berdoa semoga kamu berada dikondisi hidup yang jauh lebih baik dari semua ini. 

Aku manusia kuat, dimanapun aku, aku akan tetap baik-baik saja, aku udah lupa caranya menyerah sama hidup ini, aku akan kembali menantang kehidupan di tempat yang baru, membuka kemungkinan-kemungkinan yang semoga berpihak sama aku, aku punya Tuhan yang lebih kuat dari masalah hidupku, aku pasti baik-baik saja, sekali lagi jangan khawatirkan aku. 

Aku punya Tuhan yang Maha baik, yang membimbingku ke arah yang lebih baik, kemudahan-kemudahan itulah yang aku percaya bahwa Tuhan hanya menginginkan aku menjadi lebih kuat dari sebelumnya, Terima kasih Tuhan, bimbing aku selalu dan jaga aku dalam lindunganmu.

Aku pergi untuk kembali lagi suatu hari nanti .....

- Oliev sedang mencari kekuatan untuk kembali menantang kerasnya hidup. 

0 comments:

Post a Comment