Sunday, December 18, 2016

Apa yang paling kamu takutkan dalam hidup ?

Kita membicarakan waktu yang harus memiliki nilai guna.

Waktu tidak akan pernah kembali walau sesaat,
Waktu setiap detiknya menuntut kita akan pertanggung jawaban tentang kualitas yang sudah dipakai, dan sejauh ini apakah waktu yang kamu punya udah bernilai?

Cek lagi kadar waktu yang telah kita gunakan selama kita hidup sebagai manusia, sudahkah memiliki manfaat?

Cek lagi apa yang menjadi prioritas dalam hidup ?

Cek lagi apa yang menjadi harapan?

Cek lagi tentang Tujuan kita hidup di dunia ini.


-  Aku Tidak Pernah Takut Menjadi Tua, Tapi Aku Takut Masa Mudaku Tidak Memiliki Nilai Guna-

Friday, December 9, 2016

Menikah ?? !!!

Kapan nikah???? Kenapa menikah? Kapan waktu yang tepat untuk menikah?

Waktu yang tepat untuk menikah adalah disaat kedua belah pihak sudah selesai dengan diri sendiri dan bersedia untuk membaginya bersama dengan orang yang terpilih untuk menghabiskan sisa waktu yang Tuhan berikan kepada orang yang tepat untuk hidup selamanya dalam kehidupan ini.

                      -Berani menikah keputusan untuk bahagia berdua- 
Ada beberapa hal yang ingin saya bagikan mengenai pernikahan, diantaranya adalah :

1. Keputusan untuk menikah berasal dari kedua belah pihak yang memiliki keinginan yang sama untuk siap sedia menghabiskan waktu didalam aktifitas keduanya yang memang berasal dari aktifitas yang berbeda. Bersedia untuk menerima, menjalani dan berbagi segala hal dalam satu atap yang sama yang mereka sebut apa itu rumah kita.

2. Keputusan untuk menikah seharusnya tidak membuat mimpi-mimpi salah satunya harus dihentikan karena sebab, kenapa? Karena kalau menikah hanya membuat seseorang terhenti tidak berkembang karena apa yang diinginkan pasangan kita tidak terealisasi dikarenakan harus mementingkan kepentingannya si doi, menurut saya tidak seharusnya demikian. Harusnya dengan adanya orang yang kita sebut spesial bahkan kita sendirilah yang menunjuk dia sebagai suami/istri "Harusnya Dia Orang Yang Paling Pertama Mendukung Mimpi-Mimpi Kita" Cari orang yang mendukung kita untuk tetap maju dari hari ini, Cari dia dan jangan pernah tinggalkan. :)

3. Menerima segala sifat, sikap dari perbedaan yang ada. Manusia yang terlahir didalam kehidupan ini merupakan manusia yang telah dilengkapi dengan segala unsur yang membentuk menjadi manusia seperti yang telah terlihat sekarang. Manusia satu dengan yang lainnya tentulah berbeda, karena pembeda itulah manusia diciptakan berpasang-pasangan agar saling mengenal satu sama lainnya.


Pesan dari calon bunda untuk kamu nak... 
Ketika Bunda nanti memutuskan untuk menikah dengan calon Ayah kamu nanti, yang mungkin kamu nanti akan bertanya-tanya kenapa pada akhirnya kamu terlahir di dunia ini dan untuk apa tugas dan fungsi kamu diingkan terlahir didunia ini nak, Bunda ingin menjelaskan tentang beberapa hal yang ingin Bunda sampaikan pada kamu nak, sini duduk manis dekat Bunda:

1. Bunda sama Ayah telah menyepakati keinginginan yang sama bahwa kami menginginkan kamu terlahir di Dunia ini karena bagi kami kebahagiaan kami akan bertambah dengan hadirnya kamu nak, bagi kami rumah kami ini akan lebih ramai dengan kehadiran kalian nak, kami menginginkan kamu untuk menggenapkan kebahagiaan yang sudah lengkap ini untuk bisa terus membaginya bersama kalian, kalian membuat hidup kami lebih berwarna. Tanpa kalian yang kami sebut sebagai rumah tidaklah berati, pada awalnya rumah ini milik Ayah nak, tapi kemudian Ayah menginginkan Bunda untuk menjadi teman hidup di rumah yang Ayah persiapkan untuk Bunda juga kamu sayang anak-anak Bunda sama Ayah. Rumah yang kami sebut sebagai tempat untuk pulang dan 

2. Kalau kamu tanya apa itu kebahagiaan yang dunia ini sajikan untuk kamu, kamu bisa bertanya pada detak waktu yang tidak pernah berhenti untuk selalu memberikan kamu kebahagiaan nak, dari waktu yang kadang tidak kamu perdulikan itu kamu harus percaya bahwa kunci kehidupan ini akan kamu temukan di setiap rasa syukur yang kamu panjatkan pada Tuhan, Jangan pernah lupakan Tuhan atas apa yang terjadi di dunia ini, Tuhan akan selalu ada untuk kamu dan kamu harus percaya Allah akan selalu membantu di tiap kali kamu menemukan masalah di kehidupan ini nak,selalu percaya dan yakin bahwa kehidupan di dunia ini yang membuat kamu lebih kuat dari hari-hari yang kemarin, Jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur pada apapun yang telah terjadi di Dunia ini nak, Bunda sama Ayah menginginkan kamu, kamu yang paling terkuat dari semua masalah yang pernah terlanjur hadir untuk kamu nak, jangan pernah takut akan hari esok, percayalah bahwa masalah ini hanyalah sementara, masalah bertugas untuk menguji kamu nak, seberapa sanggup kamu menjadi manusia kuat, manusia yang lebih baik, lebih baik setiap harinya, setiap waktu adalah berharga nak, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, semampu kamu. Hidup cuma sekali nak berbahagialah, kamu tidak akan pernah sendiri ada Bunda sama Ayah disaat kamu ada, kamu jangan pernah takut untuk memperjuangkan mimpi yang telah kamu bangun, jangan pernah takut, perjuangkan mimpi itu dan selalu ingat komunikasikan pada Tuhan atas apa yang kamu perjuangkan selama ini, 

3. Jadilah manusia versi terbaikmu
Apa yang telah Dunia ini tawarkan pasti akan mempengaruhi apa isi hati, kepala dan jiwa kamu nak, perbanyaklah membaca agar kamu memiliki nilai yang lebih tinggi menjadi manusia, dan teruslah berjuang dan teruslah bermimpi, jangan pernah merelakan mimpi-mimpi itu nak, kamu pasti bisa, Bunda sama Ayah disini selalu mendoakan kamu nak, jangan lupa selalu berproses, dan menikmati apa yang telah kamu capai selama ini, Bunda sama Ayah selalu sayang kamu dari kami yang jauh dari kata sempurna. 

4. Jangan pernah lupakan Tuhan 
Atas semua nikmat yang sudah kamu terima tetaplah bersyukur dan selalu percaya bahwa Tuhan akan selalu membantu di setiap masalah yang ada, karena masalah disediakan dengan solusinya, segalanya berpasangan nak, jangan pernah takut masalah, masalah yang membuatmu kuat seperti sekarang nak. 

Selalu sayang kamu dari calon yang nantinya akan menjadi Bunda dan untuk calon Ayah yang masih jauh disana, cepatlah pulang.... 


Saturday, December 3, 2016

Wednesday, November 30, 2016

Ibu

Ibu ternyata dalam hidup akan banyak sekali pilihan, maafkan atas sikap dan perbuatan kami yang belum sesuai dengan apa yang ibu inginkan. karena pilihan itu juga yang membuat kami berbeda pendapat, sikap dan usaha yang memang tidak sejalan dengan apa yang Ibu inginkan atas diri kami sejauh ini.

Ibu maafkan kami yang belum hidup sesuai dengan apa yang ibu harapkan saat kami terlahir di dunia ini, rasanya kami ingin meringankan beban yang ada dipundak ibu, tapi sampai hari ini kami belum menghasilkan apa-apa ibu, belum ada yang bisa kami banggakan atas diri kami.

Ibu ternyata dalam hidup memiliki konsekuensi atas tindakan kami, atas pencapaian kami yang belum sempurna, ibu belum melihat hasil usaha kami, yang membuat ibu bangga pada kami, kami masih berproses terhadap semua itu ibu, dan saat apa yang telah kami upayakan belum membuahkan hasil yang bisa ibu banggakan pada kami. 

Ibu saat kami terlahir itulah kami tidak mengetahui kami dewasa akan seperti apa, mungkin karena kami belum menemukan yang membuat kami cukup mandiri terhadap upaya kami untuk tumbuh sebagai manusia, maafkan kami ibu karena ketidaktauan kami, kami yang belum dewasa atas hidup kami dan upaya kami menjalani kehidupan ini. 

Ibu segala sesuatu yang terjadi di dunia ini kami selalu bertanya kenapa dan mengapa, seharusnya kami mengetahui itu semua, tapi ternyata kami belum mengetahui kenyamanan atas hidup kami yang belum membuahkan hasil yang bisa membuat ibu bangga terhadap apa yang telah kami usahakan selama ini. 

Ibu kami masih membutuhkan ibu hingga melihat kami cukup mandiri atas usaha kami yang selama ini belum menghasilkan apa-apa, kami masih berproses terhadap itu semua ibu. Bimbing kami terhadap hidup yang menawarkan banyak sekali pilihan-pilihan ini.

Doakan selalu kami ibu.



Saturday, March 19, 2016

Inteligensi Embun Pagi

Penulis: Dee Lestari
Penyunting: Adham T. Fusama
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah
Pemeriksa aksara: Intan Puspa, Kiki Riskita Sari, Achmad Muchtar
Penata Aksara: Martin Buczer
Foto Penulis: Reza Gunawan
Ilustrasi isi: Caesar Candra
Simbol sampul: Triple Helix Infinitium




***
Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayuhuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.
Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Akso, Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama menglanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilanghnya Firas, ayahnya.
Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang bernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tidak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas. 
Hidup mereka takkan pernah lagi sama. 
***
Umbra: Bertugas membayangi kalian, membantu jika dibutuhkan, 

Peretas/Pembebas: Datang ke Bumi dengan satu tujuan berulang-ulang

Gugus Oktahedron: Gugus paling stabil

Yang terucap akan hilang, yang tertulis akan abadi (Pepatah latin)

Kata baru: Konstelasi, imortalis, distorsi, reinkarnasi, intuisi, manifestasi, ekor mata, turbulensi, masif, labirin berliku, Zaman Megalitikum,  pria kaukasoid, Platipus, kalibrasi, disorientasi, eksaminasi, penatu, asimilasi,  

Quote:
1. Manusia itu makhluk darat, tapi pikirannya macam air. Bergoyang sebentar, lalu rata seperti tidak terjadi apa-apa. Hal 10
2. Cinta memang membutakan, Alfa. Satu-satunya subtansi yang mampu mentransendensi segala perbedaan, termasuk perbedaan dimensi. Hal 62
3. Manusia adalah makhluk yang di gerakan kebiasaan  dan otomatisasi. Hal 98
4. Setiap kematian mengajarkanku sesuatu, yakni lebih lihai menikmati hidup. Hal 195
5. Manusia itu ngomong A, padahal B. Mukanya bikin C, padahal di hatinya D. Tujuannya E, tapi mutar-mutar dulu sampai Z. Bahasa itu, kan, gunanya buat jadi topeng. Manusia belum sanggup transparan. Hal 415
6.  Kejahatan yang paling mengerikan tidak akan dengan api dan tanduk, tetapi jubah malaikat. Ia membius dengan kebajikan. Mereka yang terbius akan rela mempertaruhkan nyawa untuk membela apa yang mereka kebajikan. Hal 459
7. Jangan sampai harapan membuat kita buta pada kenyataan. Hal 505
8. Kamu berhak atas lembaran baru. Tapi, kamu ndak akan maju-maju selama kamu belum belajar memaafkan. Hal 525
9.  Pelajaran terpenting bagi para peretas adalah berdamai dengan pilihan-pilihannya sendiri, sesulit apa pun itu. Hal 526
10.  Niat menggerakan pikiran. Hal 600



Partikel



Penulis: Dee Lestari 
Cetakan Ketiga, Januari 2016
Penyunting: Harmawan Aksan & Dhewiberta 
Perancang Sampul: Fahmi Ilmansyah
Penata Aksara: Tim bentang
Ilustrator: Motulz 
Foto penulis: Reza Gunawan
Simbol sampul: Earth


***
Di pinggir kota Bogor, dekat sebuah kampung bernama Batu Luhur, seorang anak bernama Zarah, dan adiknya, Hara, dibesarkan secara tidak konvensional oleh ayahnya, dosen sekaligus ahli mikrologi bernama Firas, Cara Firas mendidik anak-anaknya mengundang pertentangan dari keluarganya sendiri.
Di balik itu semua, masih tersimpan berlapis misteri. Antara lain hubungan khusus Firas dan sebuah tempat angker yang ditakuti warga kampung. Tragedi demi tragedy yang menimpa keluarganya membawa Zarah ke sebuah pelarian sekaligus pencarian panjang. 
Di konservasi orangutan Tanjung Puting, Zarah menemukan kedekatannya kembali dengan alam. Namun di London, tempat Zarah akhirnya bermarkas, ia menemukan segalanya, termasuk petunjuk penting yang membawa titik terang bagi pencariannya.
***

Fungi adalah makhluk berkesadaran yang tahu dan bisa merasakan makhluk lain. 

Mata yang baik: mata yang tidak sombong. 

“Alam dan kita adalah satu, Zarah. Ketika kita percaya kepada alam, maka alam akan melindungi kita. Alam akan berbicara kepada kita dengan bahasa tertentu. “Bahasa rasa dan tanda” Hal 62

Ketika manusia yang tidak sadar berubah jadi makhluk sadar, saat itu juga dia terhubung dengan jaringan informasi yang selama ini tersembunyi. Informasi penting tentang semesta ini akan mengalir tanpa ada yang bisa menyetop. Saat itulah manusia bisa berubah jadi pemelihara. Sekarang ini, Sedikit sekali manusia yang terhubung. Hampir semuanya terputus dari jaringan. Mereka jadi penghancur karena akses mereka tertutup. Mereka yang sudah terhubung yang punya kesempatan jadi mediator, menjadi jembatan untuk informasi itu. Hal 74

Kami tidak akan mengganggu jika tidak diganggu,  Bahwa kegelapan ini bukan lagi milik malam. Hidup di dunia untuk membangun hidup di akhirat. 

Puisi:
Engkaulah keheningan yang hadir sebelum segala suara
Engkaulah lengang tempatku berpulang
Bunyimu adalah senyapmu
Tarianmu adalah gemingmu
Pada bisumu, bermuara segala jawaban
Dalam hadirmu, keabadian sayup mengecup
Saput batinku meluruh
Tatapmu sekilas dan sungguh
Bersama engkau, aku hanya kepala tanpa rencana
Telanjang tanpa kata-kata
Cuma kini
Tinggal sunyi

Kata Baru: Reservoir, Aib kolektif, manusia paling persisten dan konsisten, Homo sapiens, bahasa biomolekuler, miselium, segitiga eksistensi, Permakultur, pupuk mikoriza, rehabilitasi miselium, mengultivasi, sistem pendidikan swalayan, bulu kudukku meremang, dimensi lain, anomali, akumulasi, intuisi, consensus, adaptasi kolektif, labirin rahasia, aliansi, kolusi, subtansi, komunitas resiplokal, menginspeksi, afirmasi, perespektif, distorsi, merekonstruksi, anonin, cairan emulsi, jasa detiektif partikelir, sergahku, vegetasi, amflikasi, monoton dan unison, difusi, sadomaksokis, insignifikansi, tantrum, manusia termasif, shamanisme, teralienasi, inteligensi kosmos, direstorasi, monokrom, mengalienasi, manusia paling independen, androgini, 

Quote:
1. Mungkin dengan pulang ke rumah, kamu malah menemukan sesuatu. Hal 7
2. Tidak ada yang abadi di muka Bumi ini. Hal 28
3. Lebih gila lagi orang yang menjadikan anak orang sebagai kelinci percobaan dari sistem yang sudah ketahuan tidak menghasilkan apa-apa selain robot penghafal. Hal 50
4. Banyak orang yang berusaha menjatuhkan kepercayaan dirimu meragukan ucapanmu, menganggapmu gila. Yang paling sulit dari semua itu adalah percaya kepada dirimu sendiri, percaya bahwa kamu tidak gila. Hal 75
5. Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Agar keduanya bertemu, yang dibutuhkan Cuma waktu Hal 69
6. Selama lensa yang dipakai berbeda, warna langit tak akan seragam. Hal 94
7. Kenapa berbeda jadi begitu menakutkan? Hal 105
8. Kalau lawan bicaramu mendengar dengan sepenuh hati, beban pikiranmu menjadi ringan. Kalau kamu malah tambah ruwet, meski yang mendengarkanmu tadi seolah serius mendengar, berarti dia tidak benar-benar hadir untukmu. Hal 160
9. Sekarang ini, sulit mencari orang yang benar-benar mau mendengar. Hal 160
10. Segala sesuatunya satu, Aku percaya Cuma alamlah yang punya kekuatan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Hal 189
11. Alam tidak pernah basa-basi. Dengan jujur dan tanpa kompromi, alam menunjukkan bahwa terkadang kita harus mati demi memperjuangkan tujuan yang lebih besar. Hal 194
12. Kalau di dalam damai, semua tempat bisa dijadikan rumah. Hal 213
13. Kadang kala, batas antara intuitif, nekat, manjur dan bodoh, amatlah tipis. Hal 248
14. Pada akhirnya seluruh hidup kita menjadi spiritual tanpa perlu dicari-cari. Hal 384
15. “Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu bangkit lagi setelah berkali-kali jatuh. Jangan pikirkan kamu sampai dimana dan kapan. Tidak ada yang tahu. You strength is simply your will to go on. Hal 461
16. Kematian dan kehidupan sesungguhnya satu dan tak terpisahkan. Hal 464
17. Kegelapan tidak selalu mengerikan. Tidak ada terang tanpa gelap. Keduanya terus berkolaborasi supaya kehidupan ini berjalan. Hal 465
18. Merangkul kegelapan sebagai hakiki hidup ini. Hal 465
19. Saya melihat tumor itu semacam pemicu untuk mencari lebih dalam, mempertemukan saya dengan lebih banyak pengetahuan, membuka mata saya bahwa penyakit bukan sekadar gangguan. Tapi kode. Kode dari tubuh bahwa ada hal dalam hidup kita yang harus dibereskan. Hal 466
20. Kematian adalah gerbang petualangan baru. Hal 467
21. Hidup bukan Cuma terbatas apa yang kita alami sekarang saja. Ini hanya sekelumit dari berbagai bentuk kehidupan lain. Hal 467











Petir

Penulis: Dee Lestari
Cetakan kelima, Januari 2016
Penyunting: Dhewiberta
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah
Penata aksara: Irevita & Bowo
Pemeriksa aksara: Intan & Pritameani
Foto Penulis: Reza Gunawa
Simbol sampul: Antahkrana


***
Dua tahun setelah roman mereka rampung, Dimas dan Reuben mengalami stagnansi. Hingga suatu hari mereka mendapat surat elektronik dari seorang teman bernama Gio. Kata “Supernova” yang disebut Gio dalam surat itu menjadi tanda tanya baru sekaligus awal pengetahuan Dimas dan Reuben tentang jaringan yang selama ini melibatkan mereka tanpa disadari.

Selama itu, di Kota Bandung, seorang gadis sebatang kara bernama Elektra berusaha menyambung hidup. Berawal dari perkenalannya dengan seorang yogini bernama Ibu Sati alias Mpret, hidup Elektra mulai terakselerasi. Dari anak kuper menjadi seorang pengusaha, dan akhirnya seorang penyembuh. 
Setelah nyaman dalam lingkungannya yang baru, hidup Elektra kembali siap diguncang ketika Bong memintanya untuk menolong seseorang yang tak ia kenal bernama Bodhi. 
***
Waktu adalah uang, tetapi uang yang terlalu luang merupakan bentukan lain dari kemiskinan. Dan, orang miskin dapat berontak tanpa takut kehilangan apa-apa. Hal 16

Rupanya tidak mudah mengubah sebuah pelarian yang sudah jadi kebiasaan. Hal 34

Manusia dapat bertransformasi total, menuju satu bentuk yang tak terduga
Bermitra tidak hanya sekadar perkara bagi keuntungan. Hal 57

Ternyata, ketika kita biarkan air hujan mengalir tanpa dilawan, rasanya nikmat sekali. Kalau kita biarkan kaki kita telanjang menyentuh becek tanpa takut cacingan, rasanya sangat membebaskan. 

Pada saat engkau mengira telah berhasil menebak logika hidup, pada saat itulah ia kembali memuntir dirinya sendiri ke arah tak terduga dan jadilah kau objek lawakan semesta. 

Pendidikan bangsa Indonesia dianggap gagal karena selalu pakai pendekatan yang materialistik dan inkremalistik, jadi butuh revolusi bukan revormasi. 

Yang menjadi persoalan bukannya apa yang kita tanyakan. Tapi, bagaimana kita bisa mendengar jawaban. Hal 110

Petir terjadi ketika bumi dan langit ingin menyamakan persepsi. Kalau kamu mendengar bunyi Guntur di luar sana, artinya ada konflik sedang berusaha diselesaikan. Tujuh puluh sampai seratus kilatan setiap detiknya di seluruh bumi. Bayangkan, Alam tidak pernah berhenti membersihkan dirinya. Dan, kalau kamu sadar bahwa kita sepenuhnya bercermin pada alam, mungkin kamu bisa mengenali diri kamu sendiri. Setiap orang punya potensi dalam dirinya, Elektra. 

Setiap orang sudah memilih peran uniknya masing-masing sebelum mereka terlahirkan ke dunia. Tapi, Setiap orang juga dibuat lupa terlebih dahulu. Itulah rahasia besar hidup. Nah, alangkah indahnya kalau kita bisa mengingat pilihan kita secepat mungkin, lalu hidup bagai hujan. Turun, menguap, ada. Tanpa beban apa-apa. Hal 140

Ada atau nggak ada saya kita selalu bersama. Kamu punya sebuah potensi besar di dalam sana. Kamu seperti permukaan bumi yang mengirimkan panas, energy, lalu alam merespons. Ia mencoba berkomunikasi. Memberi tanda. Tapi, tubuh kamu nggak disiapkan, ketidaktahuan kamu membuat jiwamu sendiri jadi bingung. Makanya kamu nggak ngerti-ngerti. Hal 141

Yang saya ketuk bukan Elektra, melainkan apa yang tetap hidup ketika Elektra mati. Kenali itu. Hal 141

Untuk tetap penuh dan utuh, kamu justru harus bisa mengalirkan kelebihan kamu. Namanya juga orang diberi kelebihan, berarti ada yang “Lebih”, kan? Sesuatu yang “Lebih” baru bermanfaat kalau dibagikan. Kalau tidak, ya, Cuma “Lebih” tok. Nggak ada artinya. Hal 205

Kekasihnya tidak butuh apa-apa. Hanya sedikit terapi jiwa. Mungkin sudah saatnya ia menyerah. Melewatkan satu lagi hari jadi tanpa cendera mata. 

Tidak ada yang bisa menduga kapan mukjizat itu hadir, lewat siapa, dan dengan cara apa. Hal 226

Meditasi itu seperti mengonsumsi vitamin. Kamu hanya merasakan faedahnya kalau dilakukan teratur.

Dedi: Hidup adalah sirkuit listrik yang bisa diurai dan dirangkai. Rusak atau tidak hanyalah masalah teknis tanpa harus mempersalahkan siapa-siapa.

Bang Nelson: Hidup adalah masa perimbangan dua kuasa. Gelap dan terang. 

Kunci orang miskin yang sebatang kara itu: Jangan sampai sakit, Kalau sampai sakit matilah. 

Puisi:
Engkaulah kilatan cahaya yang menyapulenyapkan segala jejak dan bayang
Engkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang antara duka mencinta dan bahagia terdera
Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi bersinar diri untuk selamanya lelap

Andai kau sadar arti pelitamu 
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu 

Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku 

Karena kita Satu
Andai kau tahu

Kata baru: Pendekatan kualitatif, men-defrag otak, gelombang badai bening, ide yang konstan, ekapisme, terlalu malas untuk peduli, pil melatonin, Spiritualis bertemu efesiensi, stimulus baru, perkawinan elektris, nahas, aneba, orbit hidup, inferitory,  Complex, mutung, fundamentalis, Distraksi, pinggan, ombak zaman, pucat pasi, sensibilitas, probabilitas, konstan silkular, stasioner. Statis, simbiosis, komensalisme, detoksifikasi, biosplasmik, 

Quote:
1. Cinta tak butuh aksara. Hal 3
2. Baginya, hidup memang bukan siapa yang unggul atas siapa. Hal 29
3. Ternyata hidup tidak membiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jadi penonton. Semua harus mencicipi ombak. Hal 33
4. Berhenti berpikir keluar, tetapi bereskanlah dulu ke dalam. 
5. Janji kepada diri kamu sendiri. Janji kepada orang lain adalah janji yang paling mudah dilalaikan. Hal 150
6. Pekerjaamu kelak hanya penyambung nafkah, sebesar apapun kamu mencintainya, jangan takut untuk meninggalkan semua itu bila saatnya datang. Jangan ragu. Dirimu lebih besar dari yang kamu tahu. Hal 151
7. Orang yang menukar jiwanya sama duitlah yang bikin duit punya nyawa. Hal 170
8. Setiap perempuan pasti memiliki maksud yang sempurna. Untuk kamu, saya ada. Dan, untuk saya, kamu ada. Kita hadir untuk menyempurnakan satu sama lain Hal 193
9. Kebenaran memang sukar dicerna. Hal 195
10. Semua orang memiliki kemampuan cerna yang berbeda. Hal 195
11. Di dunia ini nggak ada yang sia-sia. Sampai kecoak pun ada gunanya. Hal 228
12. Harus bersabar, Percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Membiarkan hidup dengan caranya sendiri mengiring kita menuju sebuah jawaban. Hal 229
13. Banyak hal yang nggak perlu kedengaran bunyi-bunyinya. Tapi kelihatan tindakannya. Hal 258

Akar

Penulis: Dee Lestari
Cetakan keenam, Januari 2016
Penyunting: Dhewiberta
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah
Penata aksara: Irevitari, Binangkit
Pemeriksa aksara: Intan Ren & Intan D.
Foto Penulis: Reza Gunawa
Simbol sampul: Flower of Life


***
Di Bolivia, Gio mendapat kabar bahwa Diva hilang dalam sebuah ekspedisi sungai di pedalaman Amazon.
Di Indonesia, perjalanan seorang anak yatim piatu bernama Bodhi dimulai. Bodhi, yang dibesakarkan di wihara oleh Guru Liong, akhirnya meninggalkan tempat ia dibesarkan dan berpetualang ke Asia Tenggara. Di Bangkok, ia bertemu dengan pria eksentrik bernama Kell yang mengajari seni tato.
Setelah melalui petualangan yang berliku di berbagai Negara, Bodhi akhirnya kembali ke Indonesia. Ia dipertemukan dengan tokoh punk karismatik bernama Bong. Sejak itu, Bodhi menjadi bagian dari komunitas punk dengan perannya sebagai seniman tato.
Sebuah surat misterius yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Bodhi kembali membawanya ke gerbang petualangan baru.
***

Manusia yang selalu hidup di benang perbatasan antara waras dan gila, antara kata mutiara dan umpatan durjana adalah manusia yang paling kesepian. Lautan manusia lain hidup nyaman di area “wajar-wajar saja”. Bukan aku. 

Seseorang yang selalu membuat pikiran beku sejenak demi meresapi kehangatan yang entah bersumber dari mana, tetapi menyebar rata ke seluruh tubuh, menggembungkan pori-pori, dan membuatmu merasa jadi landak. 

Bagaimana mungkin ada seteru jika tidak ada konsep ambisi? Bagaimana bisa ada kompetisi jika semua orang melakukan hal serupa dengan gaji sama rata? Karena tiada jenjang yang perlu didaki, kecuali tangga bambu yang seragam. 
Umur manusia sesingkat kedip cahaya kunang-kunang, semahal dengusan bison pada musim dingin. 

Apel itu membuka pikiran mereka berdua dan pikiran jugalah yang akan menjadi jalan mereka untuk kembali ke Firdaus.

Guru, sudah lama aku berjalan, kian banyak yang kutahu, tetapi hidup ini kian asing rasanya. Apakah kesejatian itu? Apakah benar-benar ada atau cuma impian masa muda? Dan, Tasbihmu pun kembali pulang ke genggamanku. Hal 162

Hidup ibarat memancing di kali Ciliwung. Kamu tidak pernah tahu apa yang kamu dapat. Ikan, impun, sandal jepit, taik, bangkai, dan benda-benda ajaib lain yang tak terbayangkan. 

Puisi:
Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudra terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama, tetapi terasa ada
Ajarkan aku
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi, tetapi tak memilih pergi 

Kata baru: chola, cueca, Halitosis: Bau nafas yang tak sedap, detonator, rhizoma, Sinar lampu natrium, sublimasi, Farang, papir, Manusia kaukasoid, respirokal, instingtif, batas sublimasi ego, pretensi, inferitory complex, ion mobality spectrometry, susu kondens, rasialis, thermal imaging,  Transendensi, Transendensi, opresid, eskapisme terselubung,

Quote:
1. Kita memang tidak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata. Hal 1
2. Kita tidak pernah menyadari ketidaklengkapan hingga bersua dengan kepingan diri yang tersesat dalam ruang-waktu. Hal 1
3. Sungai yang diarungi membuat seseorang bertambah kuat, tetapi sungai yang dipandangi Cuma akan melemahkan hati. Hal 6 
4. Kehilangan seseorang yang kita cintai memang tidak pernah gampang. Hal 7
5. Semua orang yang yang mau pergi selalu berkata hal yang sama, mereka akan baik-baik saja, padahal tidak ada yang tahu. Hal 12
6. Ternyata pikiran itu tak terhingga liarnya, luasnya, cepatnya. Luar biasa ringan, sekaligus mengerikan. Hal 43
7. Bahwasannya setiap kata adalah mantra. Hal 46
8. Dalam ketidaktahuan kita justru dapat bimbingan. Hal 56
9. Kamu memilih jalur susah untuk perjalanan yang mestinya sangat gampang. Hal 72
10. Berhenti mencari maka kamu akan menemukan. 72
11. Semua ini ada karena pilihan. Hal 108
12. Selama hidup mereka konstan mengeluh dan mengaduh, tapi begitu hidup ingin menarik diri, mereka tidak pernah rela. Hal 110
13. Dan, tidak ada yang lebih membahagiakan daripada membuat sahabatmu bahagia. Ya, kan? Hal 112
14. Langkahkan kaku, tendangi kerikil, dan temukan kesejatian itu. Biarpun Cuma sendirian. Biarpun punggung pegal dan tengkuk tebal akibat disembur angina terus-menerus. Hal 113
15. Jangan pernah berpuas diri di titik yang sama. Teruslah berputar, berputar, seperti kipas angina yang tak rusak. Hal 113
16. Hidup ini relative. Apa yang kamu pikir salah di sini bisa jadi sahih di tempat lain. Racun bisa jadi obat. Obat bisa jadi racun. Hal 145
17. Matahari saja tidak muncul 12 jam di setiap tempat! Semua bergantung di mana kakimu berpijak. Hal 146
18. Life is all about how to control our minds, and how to make us of our limited knowledge. Hal 156
19. Satu-satunya cara untuk mengetahui asal usulmu adalah keluar, lalu kembali. Hal 157
20. Semua tulisan yang kamu baca itu Cuma kotoran, pupuk kandang. Kamu timbun dirimu sampai mati sesak. Tapi, apa yang kamu cari tida ada di buku atau kitab manapun. Hal 158
21. Semoga kamu temukan kesejatian dirimu. Dimana pun itu. Cuma kamu yang tahu. Hal 162
21. Karena ketidaktahuan kadang lebih baik dari kesediahan. Lebih baik dari segalanya. Hal 241

Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh

Penulis: Dee Lestari 
Cetakan Kesembilan, Januari 2016
Penyunting: Dhewiberta 
Perancang Sampul: Fahmi Ilmansyah
Penata Aksara: Intari D. & Pritamenani 
Foto penulis: Reza Gunawan
Simbol sampul: Supernova Web



***
Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan Reuben mulai menulis roma yang diberi judul 
Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.

Paralel dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah cinta terlarang terjalin antara Ferre dan Rana. Hubungan cinta mereka mempresentasikan dinamika yang terjadi antara tokoh Kesatria dan Putri dalam fiksi Dimas dan Reuben. Tokoh ketiga, Bintang Jatuh, dihadirkan oleh seorang peragawati terkenal bernama Diva, yang memilki profesi sampingan sebagai pelacur kelas atas.
Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merajut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-Diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Reuben dalam satu dimensi kehidupan yang sama.
***


Tidakkah ada yang melihat? Betapa ketulusan bisa menjadi teramat konyol. Hasrat yang berlebih tanpa persiapan bisa berakibat fatal. Percaya membabi buta pada pihak asing bisa jadi senjata makan tuan. Strategi. Kemandirian. Itu dia kuncinya.

Dia adalah seorang yang harus sepenuhnya mewakili area abu-abu. Teory relativitas berjalan. Manusia penuh paradoks. Bukan tokoh antagonis, juga bukan protagonis. Penuh kebajikan, tapi juga penuh kepahitan.
Ketika manusia sudah mengatasi semua kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup, ia pun dimungkinkan untuk mengejar pencarian lebih tinggi. Aktualisasi diri. Pengetahuan tentang dirinya sendiri di level yang paling dalam. Dia orang di level itu.

Ketika kita balikkan cara pandang kita, kenyataan pun berubah. Ternyata, pelacuran terjadi di mana-mana. Hampir semua orang melacurkan waktu, jati diri, pikiran, bahkan jiwanya. Dan, bagaimana kalau ternyata itulah pelacuran paling hina.? 

Cinta tidak membebaskan. Konsep itu memang utopis. Cinta itu tirani. Ia membelenggu. Menggiringnya ke lorong panjang pengorbanan.

Cinta, kan, tidak butuh tali? Ia membebaskan, Jadi, buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?
Otak adalah alat yang disediakan bagi kita untuk bermain dengan hidup Permainannya sendiri? Terserah Anda. 

Manusia tidak diciptakan untuk terikat pada apa pun. Jangan pernah takut dengan kebebasan. Jangan pernah memanipulasi kebebasan. 
Kejenuhan itu hal wajar sekali dalam pernikahan. Semua orang juga pasti mengalami. Yang pening, bagaimana kalian pintar-pintar menyegarkan suasana. Itu Saja. 

Setiap pernikahan punya pasang surut. Sama hal-hal lain. Tapi, khusus yang satu ini, kamu enggak bisa begitu saja lepas tangan dan menyisihkan apa-apa yang menjadi ketidaknyamananmu. Sebagai seorang istri, kamu harus sadar suamimu bukan orang yang sempurna. Kalian harus saling memaklumi dan mau memaafkan satu sama lain setia hari. Kuncinya satu, komunikasi. Jangan lupa, segala sesuatunya diselesaikan dengan kepala dingin. 

Nanti, setelah kau menjalani pernikahanmu sepuluh atau lima belas tahun, kau akan mengerti sendiri. Kebahagiaan yang kau maksud sekarang tidak akan kau pertanyakan lagi nanti. Mengerti? Akan ada satu masa ketika kebahagiaanmu pribadi tidak lagi berarti banyak. 

Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah penuh. Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh. Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain. Tinggal kemauan Anda untuk mampu MENYADARINYA, atau tidak. Temukan Knop Anda, dan putar.
Bagaimana mungkin sesuatu yang tadinya berusaha saya pertahankan mati-matian justru kembali ketika saya lepaskan? Perasaan ini sangat luar biasa. Rasanya terlahir kembali.

Bifurkasi itu adalah momen yang mengkristal. Kamu nggak bisa kembali ke sana, tapi ia selamanya ada dalam kekekalan.
“Kamu lebih baik nggak peduli karena kalau kamu tahu kenyataan sebenarnya, kamu bakalan sakit sendiri, kan? Nggak rela?”
Semua detik adalah baru, tidak ada perulangan. Ia hanya berpikir kalau ia mau. Dan, ilmu bagaikan sinar yang tinggal diserapnya begitu saja. Buku hanya masalah pemahaman dan sedikit waktu. 

Free will adalah kebebasan manusia untuk mengubah perspektif. Kalau kamu jatuh miskin besok, apakah itu bencana atau berkat yang tersembunyi? Semuanya ada ditanganmu. Free will adalah kemampuan manusia mengubah konteks. 
“Mungkin memang itulah hidup di alam dualitas. Seberapa pun luas pemahaman kita, akal bagaikan sebatang ilalang yang rentan bertiup angin. Gamang dan cepat goyang. 
Hanya cermin yang relative lebih jernih. Kita semua bagai satu sama lain. Aku melihat diriku dalam kamu, dalam orang-orang, di dalam alam. 
Sekolah itu buat siapa saja, tidak ada batasan umur. Mengajarkan satu hal, pemahaman tentang apapun yang berkenaan dengan hidup. Pertanyaan yang jadi fundamental adalah mengapa, bukan dulu apa. Sekolah jaringan tidak tersekap gedung beton. 

Ketika Anda menemukan ide, sesungguhnya ide tersebut yang menemukan Anda. Ketika Anda berpikir Anda punya ide, sesungguhnya ide itulah yang memiliki Anda. 

Supernova ingin membantu Anda untuk mengerti mekanisme yang sesungguhnya, melihat dengan dua sudut pandang. Sudut pandang sutradara dan sudut pandang actor. Dengan sadar bahwa keterpisahan dalam bioskop itu harus diakhiri, Anda akan mampu berpindah-pindah dari satu perspektif lain untuk mencapai apa pun yang Anda inginkan dalam hidup ini. 
Supernova benar. Semua ini jaring laba-laba, dan selama aku diam dalam simpulku maka nggak mungkin aku bisa menerangkan jaring itu sendiri. Sains menerangkan segala-galanya. Termasuk sains pun fenomena dalam kesadaran. Yang kita cari adalah sains yang kompatibel dengan kesadaran. 

Kata Baru: Turbulensi, Ekulibrium, Zona kuantum, rimba infinit, Probabilitas, Reduksionisme, Relativitas, Transenden, Amplifikasi, Klumininasi, Rekonsiliasi, Sufisme, Yuppies, dude, postulasi, insifnifikan, Rekonsiliasi, maneuver kuantum, intuitif, caliber, sekresi psikologis, utopis, bifurkasi, Teory Relativitas berjalan, Reduksionis, altruitis, impersonal, Pretansi, paradoks, dikotomi, molekul, Polimer elastis, Illinois, delusif, pampat, dimensi waktu, artifisial, probabilitas, oase, ekshibisi, emansipatoris, anomali, defensif, monostratif, microgynon, detoksifikasi, destruktif, prakonklusi, saturasi, simulacrum, spectrum konvergen, insulin, dimensi, preambule, irasional kronis, institusi, subtansi, bermutasi, mutan-mutan. Loncatan kuantum, hetero, manusia nuansa, kontinum, paradoks, samen leven, dikotomis, ekulibrium, imbesil, Badai serotonin Badai Endorfin/Hormon Cinta.

Puisi:
Aku kangen kamu, Kangen ketidakpercayaanmu. 
Pesismismemu. 
Namun, Kau pilihanku.

Aku adalah manusia statistis.
Statistik kita tidak bagus, Putri.
Aku adalah manusia butuh pengakuan.
Tak kutemukan satu orang pun yang mengakui kita.

Wahai, Tuhan
Aku tahu kita tak saling bicara
Tapi, tentunya Kau masih ingat aku,
Sebagaimana aku tak menyangkal-Mu
Dan, jika ini detik-detik penghabisanku,
Bebaskan aku berbicara semauku
Izinkan aku kesal kepada-Mu di dalam kepasrahanku
Sepanjang hidup Engkau membingungkan
Dengan cara-cara aneh, Kau tunjukan keagungan.
Kau, dengan teka-teki-Mu bernama Takdir.
Bahkan, di saat seperti ini, ada saja cara kalian membuatku
Tertawa sekaligus tersindir.

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.
Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakanmu tidak pasti. Namun, aku terus disini.
Mencintaimu.
Entah kenapa.

Putri,
Kembalilah ke puri ini.
Satu semesta mungil yang mampu melumat bumi.
Kalau aku mau membentangkannya.
Inilah nirwana yang mampu menampung perasaan kita.
Bumi punya langit sebagai jendela terhadap galaksi Mahaluas yang Berjaya dalam misteri.
Jendelaku adalah carik-carik kertas berisi daftar pertanyaan tentang dunia yang tak akan habis dimengerti.
Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam.
Aku cuma beberapa piringan hitam
Laut pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu, dan kamu lagi.
Samudera kata terbelit musik dan diudarai kenangan.
Di dalamnya aku bisa berenang selama ikan.
Bumi adalah sebuah kumparan besar yang melingkarkan semua makhluk dalam kefanaannya. Melingkarkan engkau dan aku.

Quote:
1. Dua sisi cermin kehidupan, antara keteraturan dan ketidakteraturan, yang tertebak dan tidak tertebak. 
2. Sains ternyata tidak selamanya objektif. Sains, sering kali, harus subjektif Hal 4
3. Keteraturan mau tak mau harus berkaca, menemukan dirinya ternyata berasal dari sebuah Maha Ketidakteraturan.
4. Ternyata hidup ini cair. Terus berjalan tanpa putus. Hal 7
5. Tidak ada awal dan akhir. Tidak ada sebab dan akibat. Tidak ada ruang dan waktu. Yang hanya adalah ada. Terus bergerak, berekspansi, berevolusi. Sia-sialah orang yang berusaha menjadi batu di arus ini, yang menginginkan kepastian ataupun ramalan masa depan karena sesungguhnya justru dalam ketidakpastian manusia dapat bejaya, menggunakan potensi untuk berkreasi. Hal 7
6. Jika terlintas di hasratmu menatap keindahan yang kami puja /Liat ke dalam hatimu dan bayangnya pun kan nyata/jadikan hatimu cermin dan berkacalah disana/Temukan keagungan sahabat nan mulia. Hal 9
7. Bahwa kebenaran yang utuh baru kamu dapatkan setelah melihat kedua sisi cermin kehidupan. Tidak Cuma sebelah. Dan, cermin itu sangat dekat. Hal 10
8. Orang terlalu banyak uang dengan orang yang terlalu miskin akan bertemu di titik yang sama. Sama-sama krisis apresiasi. Hal 10
9. Dimataku, yang gagal dan cuma ngabis-ngabisin duit ortu dengan yang selesai tapi cuma jadi mesin. Hal 17
10. Pada titik tertentu, kisah cinta merupakan cerminan kisah masyarakat yang lebih luas dan kolektif. Individu selalu dibangun oleh lingkungannya. Hal 18
11. Hangat yang tampaknya kekal, Bukankah itu yang semua orang cari? Hal 20
12. Betapapun dalamnya kebahagiaan itu, selalu ada kekecewaan yang sama didalamnya. Hal 24
13. Apa yang dibayangkan kebanyakan orang jauh berbeda dengan apa yang sesungguhnya ia jalani. Hal 27
14. Komputer tidak pernah memberikan ruang pada intuisi. Hal 29
15. Pembicaraan yang tidak berskema kadang-kadang malah lebih punya bobot daripada yang direncanakan. Hal 31
16. Di antara kepadatan aktivitas Anda, pernahkan Anda menyempatkan diri untuk berkhayal, Melamun? Hal 32
17. Manusia bermimpi tidak hanya waktu tidur. Menurut saya, mimpi merupakan bentukan lain dari kreativitas. Menjadi kreatif tidak kenal siang atau malam. Ada banyak pekerjaan yang masih punya ruang untuk inspirasi, tapi banyak juga pekerjaan yang menyita segalanya. Pekerjaan tanpa mimpi, atau tanpa waktu untuk bermimpi, adalah pekerjaan robot. Bukan manusia. Hal 32
18. Saya ingin menjadi tamu yang diinginkan setiap rumah. Hal 33
19. Satu dongeng sedih yang tak sengaja kamu temukan. Masih banyak dongeng-dongeng lain yang berakhir bahagia. Hal 37
20. Tidak tahu kenapa. Konon, kita memang tidak pernah tahu akan bertemu siapa hari ini atau esok lusa. Hal 39
21. Hidup memang aneh. Banyak penjelasan di dalam ketidakjelasan. Hal 40
22. Komitment memang alasan paling bagus untuk berkompensasi. Hal 43
23. Ketika hati dapat menjangkau kualitas-kualitas yang tidak tertangkap mata. Pria itu melihat sesuatu yang lain. Hal 45
24. Kita butuh kejunuhan. Karena dengan demikian kita bisa menunjukkan ada skrup kecil yang longgar. Keresahan yang terabaikan. Hal 46
25. Tuhan berbicara lewat banyak hal, banyak mulut, dan banyak peristiwa. Hal 53
25. Tidakkah Anda ingin menemukan makna HIDUP selagi Anda hidup? Itulah kebahagiaan sesungguhnya. Hal 64
26. Hidup memang tidak boleh kehilangan makna. Hal 236
27. Hidup yang serba keras ini dapat seketika menjadi taman bermain. Hal 304

Review:
Novel Dee yang baru pertama kali saya baca… *Kemana aja selama ini? kabur ke timbuktu, sebelumnya hanya dinikmati melalui film “Perahu Kertas” yang suka banget… Keenan&Kugi. Filmnya nggak pernah bosan ditonton berulang-ulang.  
Buku yang tergolong ‘Berat’ untuk saya, sebab Supernova berhasil membawa saya kemana-mana terutama daftar kata yang tidak pernah saya kenali sebelumnya, tentang remeh temeh fisika, sains yang belum saya pahami. Tapi tidak masalah bukankah itu salah satu tujuan membaca? Memperluas kosa kata? Memahami setiap lembaran maksud penulis dalam menyampaikan pesan.
Mendapat pandangan baru tentang pernikahan Rana & Arwin lagi dan lagi menikah berdasarkan bobot, bibit, dan bebet. Ehm…  Mulai dari sejarah, mitos, sains, dialog keseharian, alam semesta. Berkeliaran ke alam bebas. Cukup 3 hari menikmati 318 halaman. *Wow


Monday, March 7, 2016

Kembali


Ketika orang rasional berbicara dia selalu menuntut bukti atas suatu fakta yang terjadi, tapi dia harus bisa menerima tentang sesuatu yang harus dipercaya mengenai cinta dan benci. Dia harus bisa menerima bahwa cinta dan benci itu memang ditakdirkan untuk berdampingan tidak bisa dipisahkan karna jarak.
Semuak apapun dia akan tetap memiliki hati untuk tetap kembali menemukan cinta. Dia akan terus berjalan menghubungkan setiap titik untuk tetap kembali pulang. Menemukan jalannya sendiri. Dan dia harus menerima fakta itu. Dan ternyata ada di dalam al-Qur'an... ini dalilnya:

Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”.

Friday, March 4, 2016

Wedding Checklist "Buku Harian Calon Pengantin"

Penulis: Herlina P. Dewi
Editor: Paulin A H
Layout: finger_jajek@yahoo.co.id
Design Cover: Tega Santini
Proof Reader: Kiki Budi Utomo
Cetakan 1, Maret 2011
ISBN: 978-602-96145-8-9




***
Pernikahan merupakan moment special bagi siapa saja, terlebih bagi Anda para perempuan, semua rasa berkumpul menjadi satu; cemas, takut, terharu, bahagia, bahkan sedih sekalipun.
Sekarang, mari kita share segala perasaan itu. Buku ini akan menjadi teman yang akan memberi Anda motivasi dan inspirasi dalam setiap detik persiapan pernikahan Anda.
Semua persiapan pernikahan dibahas secara detail. Jadi, jangan panic jika Anda tidak menyewa wedding planner, tak perlu kelabakan dalam membuat konsep foto pre-wedding, memilih undangan, gaun pengantin, souvenir, catering, dll. Bahkan Perjanjian Pra-Nikah pun bisa kita bahas bersama dalam buku ini.
Spesial buat Anda, buku ini sengaja dikemas selayaknya sebuah diary, dilengkapi dengan lembaran-lembaran memo yang bisa Anda isi sehingga banyak moment istimewa yang bisa Anda tuliskan di sini. 
Viola, “Buku Harian Calon Pengantin” yang akan menjadi kenangan tak ubahnya sebuah diary bagi Anda dan pasangan. 
***

Chapter 1: Selamat tinggal masa lajang
Bab 1 : Mengatasi sindrom pra nikah:
a. Buatlah Checklist
b. Tetaplah menjadi diri sendiri
c. Anda tidak harus mengurus semuanya
d. Tunjuk orang kepercayaan untuk mewakili Anda
e. Tetap jaga kesehatan Anda
f. Yakinkan diri Anda
g. Hindari pertengkaran dengan pasangan
h. Banyak menghibur diri

Bab 2. Perlukah menyewa wedding planner?
Wedding Organizer yaitu jasa pernikahan yang hanya mengorganisasi acara di hari-H.

Wedding planner lebih mendetail, yaitu bekerja beberapa bulan sebelum hari-H datang. Pelayanan wedding planner dimulai dari menyusun anggaran, melayani vendor-vendor, membuat konsep acara hingga acara berlangsung. 

Bab 3. Perlukan sebuah perjanjian Pra-nikah
Perjanjian pra nikah adalah perjanjian yang dibuat sebelum dilangsungkannya pernikahan dan mengikat kedua calon mempelai. Perjanjian pra-nikah ini berisi masalah pemisahan harta kekayaan diantara suami dan istri dan apa saja yang menjadi tanggung jawab suami maupun istri. Ataupun berkaitan dengan pembagian harta kekayaan diantara suami atau istri tentang harta bawaan masing-masing pihak jika terjadi perceraian atau kematian disalah satu pasangan.

Chapter 2: Persiapan 6 Bulan - 1 Tahun sebelum hari pernikahan
Bab 1: Memilih tanggal pernikahan
Bab 2: Menentukan konsep pernikahan
Bab 3: Menentukan dan menyusun anggaran
Bab 4: Memilih Wedding catering
Bab 5: Menyiapkan Foto Pre Wedding
Bab 6: Menghitung tamu undangan

Chapter 3: Persiapan 3-6 Bulan Sebelum Pernikahan
Bab 1. Menentukan tempat resepsi
Bab 2. Merancang kartu undangan
Bab 3. Menyiapkan baju pengantin 
Bab 4. Menyiapkan dekorasi ruangan
Bab 5. Memilih bunga pernikahan

Chapter 4: Persiapan 2-3 bulan sebelum hari pernikahan
Bab 1. Memilih kue pengantin
Pemotongan kue melambangkan keputusan bersama yang pertama kali diambil pasangan pengantin di awal pernikahan mereka. 
Menyuapkan potongan pertama sebagai perlambang komitment, kepercayaan, dan kepedulian terhadap pasangan satu sama lain. 

Bab 2. Memilih cincin pernikahan
Cincin pernikahan berbentuk lingkaran yang tak tidak terputus ini melambangkan kisah yang kekal, mengalir terus-menerus dan tidak berakhir. 
Memilih cincin pernikahan memang tidak boleh sembarangan, mengingat dari seluruh pilihan yang Anda buat untuk pernikahan, hanya cincin pernikahanlah yang bertahan lama. 

Gaun pengantin Anda memang indah, kue pengantin serta hidangan di pesta pernikahan Anda lezat, bulan madu Anda sangat romantis, namun semua itu tidak bertahan lama hanya cincin pernikahanlah yang tetap setia menjadi symbol pernikahan yang indah dan selalu mengikat janji nikah Anda dan pasangan. 

Yang lebih penting dari semuanya adalah Anda menyadari bahwa cincin pernikahan melambangkan kasih sayang dan komitment Anda bersama pasangan. Jadi, pakailah cincin pernikahan itu bukan karena bentuknya yang indah, tapi karena maknanya. 

Bab 3. Seserahan dan hantaran pengantin 
Seserahan bisa diartikan sebagai symbol bahwa calon pengantin pria telah mampu memberikan nafkah lahir batin pada sang calon pengantin perempuan. 
Bab 4. Memesan souvenir pernikahan 
Bab 5. Memilih menu ketering

Chapter 5: Persiapan 1-2 Bulan sebelum hari pernikahan
Bab 1: Melengkapi persyaratan administratif
Bab 2. Pentingnya cek kesehatan pra-nikah 

Chapter 6: Persiapan 2-4 minggu sebelum hari pernikahan
Bab 1. Perawatan tubuh menjelang hari pernikahan
Bab 2. Sentuhan akhir di minggu terakhir

Chapter VII: Selamat datang di Hari-H

Suplement:
1. Daftar Vendor Anda
2. Tips menghemat biaya pernikahan

Kata baru: 
1. Bacheloreatte party (Pesta lajang)
2. Tuksedo: tuk.se.do :Nomina (kata benda) jas untuk makan malam

Quote: 
1. Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, Bukan dari kepalanya untuk menjadi peneduhnya Bukan dari kakinya untuk menjadi tumpuannya, Tapi dari sisinya untuk menjadi sama, Dekat dengan lengannya untuk dilindungi  Dan dekat dengan hatinya untuk dicintai.
2. Cinta itu seperti bermain piano. Pertama, Anda harus belajar untuk bermain sesuai aturan, setelah itu Anda harus melupakan aturan dan bermain dari hati Anda. Hal 3
3. Kita semua sebenarnya lebih mirip dengan burung yang bersayap sebelah dan hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat-erat bersama orang lain. Hal 11
4. Dibutuhkan tiga detik untuk mengatakan aku mencintaimu. Tiga jam untuk menjelaskannya dan seumur hidup untuk membuktikannya. Hal 15
5. Pemotongan kue melambangkan keputusan bersama yang pertama kali diambil pasangan pengantin di awal pernikahan mereka.
6. Jika cincin pertunangan melambangkan sebuah janji, maka cincin kawin melambangkan “Wujud” dari janji tersebut.

Review:
Buku ini memberikan gambaran apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menikah, melepas status lajang bagian dari kehidupan yang dilewati perempuan, dari mulai cara mengatasi sindrom pra-nikah hingga menghadapi hari-H. Banyak tips yang bisa dimanfaatkan dalam menghadapi acara pernikahan. *Jadi kapan kita sebar undangan? Eh....


Cheers,
Cholifah