Penulis: Herlina P. Dewi
Editor: Paulin A H
Layout: finger_jajek@yahoo.co.id
Design Cover: Tega Santini
Proof Reader: Kiki Budi Utomo
Cetakan 1, Maret 2011
ISBN: 978-602-96145-8-9
***
Pernikahan merupakan moment special bagi siapa saja, terlebih bagi Anda para perempuan, semua rasa berkumpul menjadi satu; cemas, takut, terharu, bahagia, bahkan sedih sekalipun.
Sekarang, mari kita share segala perasaan itu. Buku ini akan menjadi teman yang akan memberi Anda motivasi dan inspirasi dalam setiap detik persiapan pernikahan Anda.
Semua persiapan pernikahan dibahas secara detail. Jadi, jangan panic jika Anda tidak menyewa wedding planner, tak perlu kelabakan dalam membuat konsep foto pre-wedding, memilih undangan, gaun pengantin, souvenir, catering, dll. Bahkan Perjanjian Pra-Nikah pun bisa kita bahas bersama dalam buku ini.
Spesial buat Anda, buku ini sengaja dikemas selayaknya sebuah diary, dilengkapi dengan lembaran-lembaran memo yang bisa Anda isi sehingga banyak moment istimewa yang bisa Anda tuliskan di sini.
Viola, “Buku Harian Calon Pengantin” yang akan menjadi kenangan tak ubahnya sebuah diary bagi Anda dan pasangan.
***
Chapter 1: Selamat tinggal masa lajang
Bab 1 : Mengatasi sindrom pra nikah:
a. Buatlah Checklist
b. Tetaplah menjadi diri sendiri
c. Anda tidak harus mengurus semuanya
d. Tunjuk orang kepercayaan untuk mewakili Anda
e. Tetap jaga kesehatan Anda
f. Yakinkan diri Anda
g. Hindari pertengkaran dengan pasangan
h. Banyak menghibur diri
Bab 2. Perlukah menyewa wedding planner?
Wedding Organizer yaitu jasa pernikahan yang hanya mengorganisasi acara di hari-H.
Wedding planner lebih mendetail, yaitu bekerja beberapa bulan sebelum hari-H datang. Pelayanan wedding planner dimulai dari menyusun anggaran, melayani vendor-vendor, membuat konsep acara hingga acara berlangsung.
Bab 3. Perlukan sebuah perjanjian Pra-nikah
Perjanjian pra nikah adalah perjanjian yang dibuat sebelum dilangsungkannya pernikahan dan mengikat kedua calon mempelai. Perjanjian pra-nikah ini berisi masalah pemisahan harta kekayaan diantara suami dan istri dan apa saja yang menjadi tanggung jawab suami maupun istri. Ataupun berkaitan dengan pembagian harta kekayaan diantara suami atau istri tentang harta bawaan masing-masing pihak jika terjadi perceraian atau kematian disalah satu pasangan.
Chapter 2: Persiapan 6 Bulan - 1 Tahun sebelum hari pernikahan
Bab 1: Memilih tanggal pernikahan
Bab 2: Menentukan konsep pernikahan
Bab 3: Menentukan dan menyusun anggaran
Bab 4: Memilih Wedding catering
Bab 5: Menyiapkan Foto Pre Wedding
Bab 6: Menghitung tamu undangan
Chapter 3: Persiapan 3-6 Bulan Sebelum Pernikahan
Bab 1. Menentukan tempat resepsi
Bab 2. Merancang kartu undangan
Bab 3. Menyiapkan baju pengantin
Bab 4. Menyiapkan dekorasi ruangan
Bab 5. Memilih bunga pernikahan
Chapter 4: Persiapan 2-3 bulan sebelum hari pernikahan
Bab 1. Memilih kue pengantin
Pemotongan kue melambangkan keputusan bersama yang pertama kali diambil pasangan pengantin di awal pernikahan mereka.
Menyuapkan potongan pertama sebagai perlambang komitment, kepercayaan, dan kepedulian terhadap pasangan satu sama lain.
Bab 2. Memilih cincin pernikahan
Cincin pernikahan berbentuk lingkaran yang tak tidak terputus ini melambangkan kisah yang kekal, mengalir terus-menerus dan tidak berakhir.
Memilih cincin pernikahan memang tidak boleh sembarangan, mengingat dari seluruh pilihan yang Anda buat untuk pernikahan, hanya cincin pernikahanlah yang bertahan lama.
Gaun pengantin Anda memang indah, kue pengantin serta hidangan di pesta pernikahan Anda lezat, bulan madu Anda sangat romantis, namun semua itu tidak bertahan lama hanya cincin pernikahanlah yang tetap setia menjadi symbol pernikahan yang indah dan selalu mengikat janji nikah Anda dan pasangan.
Yang lebih penting dari semuanya adalah Anda menyadari bahwa cincin pernikahan melambangkan kasih sayang dan komitment Anda bersama pasangan. Jadi, pakailah cincin pernikahan itu bukan karena bentuknya yang indah, tapi karena maknanya.
Bab 3. Seserahan dan hantaran pengantin
Seserahan bisa diartikan sebagai symbol bahwa calon pengantin pria telah mampu memberikan nafkah lahir batin pada sang calon pengantin perempuan.
Bab 4. Memesan souvenir pernikahan
Bab 5. Memilih menu ketering
Chapter 5: Persiapan 1-2 Bulan sebelum hari pernikahan
Bab 1: Melengkapi persyaratan administratif
Bab 2. Pentingnya cek kesehatan pra-nikah
Chapter 6: Persiapan 2-4 minggu sebelum hari pernikahan
Bab 1. Perawatan tubuh menjelang hari pernikahan
Bab 2. Sentuhan akhir di minggu terakhir
Chapter VII: Selamat datang di Hari-H
Suplement:
1. Daftar Vendor Anda
2. Tips menghemat biaya pernikahan
Kata baru:
1. Bacheloreatte party (Pesta lajang)
2. Tuksedo: tuk.se.do :Nomina (kata benda) jas untuk makan malam
sumber: http://kamus.cektkp.com/tuksedo/
Quote:
1. Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, Bukan dari kepalanya untuk menjadi peneduhnya Bukan dari kakinya untuk menjadi tumpuannya, Tapi dari sisinya untuk menjadi sama, Dekat dengan lengannya untuk dilindungi Dan dekat dengan hatinya untuk dicintai.
2. Cinta itu seperti bermain piano. Pertama, Anda harus belajar untuk bermain sesuai aturan, setelah itu Anda harus melupakan aturan dan bermain dari hati Anda. Hal 3
3. Kita semua sebenarnya lebih mirip dengan burung yang bersayap sebelah dan hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat-erat bersama orang lain. Hal 11
4. Dibutuhkan tiga detik untuk mengatakan aku mencintaimu. Tiga jam untuk menjelaskannya dan seumur hidup untuk membuktikannya. Hal 15
5. Pemotongan kue melambangkan keputusan bersama yang pertama kali diambil pasangan pengantin di awal pernikahan mereka.
6. Jika cincin pertunangan melambangkan sebuah janji, maka cincin kawin melambangkan “Wujud” dari janji tersebut.
Review:
Buku ini memberikan gambaran apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menikah, melepas status lajang bagian dari kehidupan yang dilewati perempuan, dari mulai cara mengatasi sindrom pra-nikah hingga menghadapi hari-H. Banyak tips yang bisa dimanfaatkan dalam menghadapi acara pernikahan. *Jadi kapan kita sebar undangan? Eh....
Cheers,
Cholifah

0 comments:
Post a Comment