Tuesday, March 1, 2016

Kepada Malam ....

Setiap kali menyesuaikan kunci yang bukan menjadi rumahnya tidaklah mudah, mencari dan terus mencari berulang kali, tapi yang ada yang aku cari tidak pernah aku temukan, berusaha untuk membohongi diri sendiri untuk menemukan kembali rumah yang seharusnya aku damai untuk pulang

Rasanya ingin kembali menemukan tempat yang sebenar-benarnya aku inginkan, mungkinkah di luar sana langkah ini mendapat persetujuan? Aku tidak tahu. Aku hanya bisa memahami. Sekali mencoba untuk berputar arah, mungkinkah terlalu jauh untuk pulang? aku tidak lelah tapi aku hanya bisa memahami kondisi yang seharusnya dilakukan. memahami kondisi yang terlihat, tapi rasanya terlalu menyakitkan. Sakit sekali.

Aku ingin pulang, pulang ke tempat sebenar-benarnya pulang, tempat aku nyaman untuk kembali. Mungkinkah diluar sana rumah itu selalu ada untuk aku? Aku belum mengetahuinya. Aku tidak pernah takut tapi ini keadaan yang menuntut aku berada di sini. Mencoba untuk melupakan tapi hati ini seperti magnet yang menginginkan kembali untuk pulang ke rumah. Tidak menerima. 

Selama ini aku sudah berusaha untuk menerimanya, melupakannya tapi hati tetaplah hati dia selalu punya cara tersendiri untuk kembali menemukan kedamaiannya. dia punya cara sendiri untuk menjelaskannya, Yang aku tahu sekarang aku sudah berusaha untuk melupakannya tapi setiap kali aku mencoba kembali melangkah menjauhinya tetap hati ini selalu bergemuruh menginginkan tempat untuk kembali. Pulang.

Kepada malam rumah itu ada dibelakang sana, amat sangat jauh. aku ingin pulang. 

Aku disini 'mandul ketakutan' rasa takut yang amat dalam menuntunku berada disini.
Aku menginginkan tempat sebenar-benarnya kembali.

Rumah.

0 comments:

Post a Comment