Monday, February 1, 2016

Amazing 30

 Amazing 30
Penulis: Beta Kun Natapradja
Editor: Herlina P. Dewi 
Desain Cover: Ike rosana, Felix Rubenta
Layout isi: Achmad Cahyanto 
Proof Reader: Herlina P. Dewi 
Cetakan I, Desember 2011
ISBN: 978-602-96026-7-8



****
Life begins at thirty, begitu kata pepatah.
Padahal yang terjadi kadang malah membuat kita resah dan bimbang ketik akan melewati usia ini. 
Berbagai hal seolah malah terus memberatkan pikiran. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Ketakutan-ketakutan seperti apa yang sering membuat kita resah melewati usia 30? Kemapanan financial, kah? Belum mendapat pasangan hidup? Kesiapan mental? Karier? Atau apa?
Buku panduan praktis yang berisi kumpulan tips dan trik ini akan membatu Anda memecahkan berbagai persoalan dan dilema menjelang usia 30. Buku ini juga dilengkapi catatan perjalanan penulis, serta berbagai kisah menarik yang akan membuat Anda tersenyum menyambut usia baru. 
Setelah Anda sampai pada halaman terakhir. Ketakutan yang hadir lamat laun akan membuat Anda menjadi lebih berani, dan kemarahan yang menggelegar perlahan sirna berganti menjadi kesabaran. Nikmatilah semua prosesnya, sampai kemudian Anda akan tersenyum kepada semesta dan meniup lilin angka 30 dengan sebuah senyuman. 
Don’t be afraid going thirty, You’re gonna get in your beauty.
*****

Thirty could be stand for thirsty and beauty, Numbered 3 and 0 could have a meaning as three steps to zero sorrow. The first steps is doing things with all your heart. The second is sharing every feeling with those who you loved. In addition, the third is praying and be grateful for everything you’ve got in your life. Sharing is good for your soul, understanding is medicine for your heart, listening is a therapy for your patience, caring recharges your life, and giving sometimes brings happiness. 


Sebelum usia 30 datang, biasanya perempuan akan mengalami krisis di dalam dirinya lebih awal daripada pria. Padahal, hal-hal yang kaum perempuan pikirkan dalam benaknya hamper sama dengan apa yang kaum laki-laki pikirkan. Namun, terdapat perbedaan signifikan dari cara pandang keduanya. Mereka mengalami krisis tersebut dengan cara masing-masing. Kaum pria menjalaninya dengan lebih tenang karena cenderung menutup-nutupi. Sementara kaum perempuan lebih cerdas, mereka akan menyampaikan dan membicarakannya secara terbuka. Bukankah seharusnya kaum pria meniru cara yang kita lakukan? 

Bicara tentang keresahan-keresahan menyambut usia ini, maka perempuan tak kalah rumit. Jika kaum pria lebih fokus pada kesiapan dalam kemapanan financial dan karier, maka apa yang dipikirkan perempuan akan lebih kompleks, karena kita juga mau tidak mau harus memikirkan hal lain, bahwa kelak kita akan menjadi ibu dan memiliki anak. Untuk itu kita dituntut lebih matang secara mental. “Bisakah kita memiliki segalanya? Karier dan rumah tangga yang tertata dengan baik?”


Suatu hubungan haruslah memberikan keuntungan, dan hubungan yang tulus harus menerima perubahan. Jika Anda sadar bahwa hubungan Anda menghalangi keinginan Anda, tanyakan pada diri Anda sendiri apakah Anda harus mundur ataukah maju terus. Komunikasikan pada pasangan Anda betapa berartinya keinginan Anda itu, dan lakukan dengan cara halus. Bisa jadi ranggapan pasangan akan mengejutkan, Anda harap siap dengan kemungkinan itu. 

Review:
Amazing 30 buku yang berisi bagaimana kita melewati usia 30, untuk perempuan hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan tentang kemapanan financial, karir dan menyeimbangkan kehidupan keluarga.

Cara-cara mengelola emosi dan menghadapi ketakutan-ketakutan udah bukan lagi ABG, memperbaharui hubungan dengan diri sendiri, orang lain, suami, dan anak. Tentang kesabaran, keikhlasan, menjadi pendengar dan didengar. 
Menarik untuk dibaca, jadi lebih tau banyak hal untuk menyambut usia 30. Siap-siap dari sekarang!

Quote:
1. Aku tidak ingin mengharapkan perempuan mampu mengendalikan pria; aku ingin perempuan mengendalikan dirinya sendiri. –Marry Wollstonecraft-#Hal 8
2. Perempuan takan pernah mandiri, sampai dia memegang dompetnya sendiri.-Elizabeth Cady Stanton- #Hal 10
3. Kurasa kuncinya adalah kaum perempuan jangan menentukan batasan.-Martina Navratilova-#Hal. 17
4. Tantangan hidup akan terasa lebih mudah jika Anda saling mendukung, dan hidup akan terasa lebih mudah jika Anda saling mendukung, dan hidup akan terasa lebih indah jiak orang-orang terdekat Anda bisa mendampingi Anda pada setiap keputusan yang Anda ambil. #Hal 20
5. Tak ada ibu yang tanpa pengorbanan. aka da ayah yang tanpa pengertian. #Hal 27
6. Tali yang mengikat antara ibu dan anak bagai kekuatan suci dan sempurna yang tak pernah ternoda.-Wasington Irving-#hal 30
7. Diatas segalanya, aku ini perempuan. #Hal 27
6. Saya memutuskan untuk tidak menyerah pada takdir dan menjalani hidup dengan usaha saya sendiri.-Louisa May Alcoltt-#Hal 44
8. Perempuan berasal dari tulang rusuk laki-laki, untuk meluruskannya harus dilakukan perlahan, jika dipaksakan tulang itu akan patah. #Hal 47
9. Jika kau melakukan apa yang membuatmu takut; Tantangan berikutnya yang akan kau hadapi akan terasa mudah; kau sudah tau medannya.-Vickie L. Milazzo- #Hal 47
10. Perempuan cerdas seperti Anda pasti akan bisa menghadapi semua ketakutan. Kuncinya hanya satu, percaya pada kemampuan diri Anda. #Hal 48
11. Saya harus bisa berubah demi dia, demi mempertahankan dan memelihara hubungan ini. #Hal 90
12. Life can never promise to be always happy, but life gets better after accept things you can’t change.-Pat Conroy-#Hal 131
13. Kau dapat mempelajar hal baru kapanpun dalam hidupmu jika kau bersedia menjadi seorang pemula. Jika kau sudah belajar menyukai menjadi seseorang pemua, maka seluruh dunia akan terbuka bagimu.-Barbara Sher-#Hal 138

Cheers,
Cholifah 


0 comments:

Post a Comment