Haiiiii....
sekarang ini aku ga ada dirumah lagi alias merantau untuk ke 6 tahun, tapi kali ini yang beda dari tempat sebelumnya, baca: kota lain, kota ke 3 dalam 6 tahun terakhir ini. Dan dramanya mamah kek sedih gitu ga tega ninggalin aku di tempat ini. Aku tahu tempat ini jauh dari kata nyaman, aku ga suka liat mamah nangis depan aku, jadi ya aku lebih milih mamah untuk pulang. Aku benci orang nangis, kalaupun harus nangis aku lebih memilih ga mau melihatnya, walau aku sendiri ga sekuat yang mamah kira. Tapi biarkanlah aku mengusahakan apa yang bisa aku lakukan disini tanpa kenyamanan rumah. Lihat saat aku kuat mamah. Dan kayaknya udah bukan lagi masa dimana mampu beradaptasi lagi dari awal, ini tahun ke 6 aku jadi anak rantau mamah, tapi rasanya mamah masih enggak tega ngeliat semua ini. Aku lebih kuat dari yang mamah kira. Aku mampu menyelesaikan masalah ini mamah. Aku bisa.
Aku udah lupa sih gimana rasanya lelah, rasanya cape, udah lupa caranya harus menangis, aku udah terlalu kuat mamah untuk berada jauh dari pelukan mamah, tapi aku tau hal ini ga akan pernah selamanya, ini hanya bagian dari kehidupan yang harus aku jalani selanjutnya, aku bukan ga peka akan rasa sedih. Aku udah lebih dari kata kuat untuk seukuran wanita. Aku ga pernah menyerah sedikitpun. Aku yakin diperjalanan mamah sedih tapi aku lebih baik enggak mau melihatnya, biarlah aku membuktikannya bahwa aku mampu menjadi manusia yang berguna, untuk keluarga ini. Aku mau berjuang untuk orang-orang yang aku sayang. Masih teringat dengan jelas bagaimana bapak berjuang, aku mau menjadi kuat kayak bapak, aku mau jadi lembut sepertimu mamah. Aku mampu untuk berdiri dan bangkit. Sekalipun aku harus jatuh berkali-kali, aku mampu untuk menjadi manusia menuju dewasa seperti pada umumnya manusia seusiaku. Aku akan terus mengusahakannya mamah, bapak, aku akan selalu mengusahakannya yang terbaik.
Aku lebih dari kata aku baik-baik aja. Aku tetap bahagia dengan semua masalah yang ada, dengan rasa lelahpun aku lupa. Jadi tetaplah menjadi mamah yang selalu mendukung aku, terima kasih atas semua masalah yang ada, atas semua kejadian ini. Aku memimpin diriku sendiri sebagaimana masalah ini terlahir untuk aku. Terima kasih udah melahirkan aku di dunia ini, aku akan memberikan kebaikan-kebaikan yang aku bisa dalam menjalani kehidupan ini mamah, Terima kasih udah menjadikan aku kuat dan menemani aku hingga saat ini, terima kasih atas masalah yang ada. Aku bisa menjalani semua ini.
Doakan aku selalu dalam lindungan Allah, semoga Allah selalu memberikan keluarga kita kesehatan, kekuatan dalam menjalani kehidupan ini. Jangan lagi bersedih mamah, aku mampu untuk melakukan semua ini, Aku bisa. Mampu dan biarkanlah hidup memberikan pelajaran-pelajaran yang aku tidak pernah tahu. Semoga aku mampu memberikan kebahagiaan itu semua.
Dan tidak ada hal lain yang lebih penting melebihi kebahagiaan yang tercipta didalam keluarga ini. Aku mampu menjadi manusia seutuhnya.
Tempat Baru, 12 Februari 2017.
0 comments:
Post a Comment