Saturday, February 18, 2017

Sang Alkemis - Paulo Coelho


Penerbit: PT.  Gramedia Pustaka Utama
ISBN      : 978-602-03-2305-3
Penulis  : Paulo Coelho
Cetakan : Ke-20 Agustus 2016

Blurb:
Setiap beberapa puluh tahun, muncul sebuah buku yang mengubah hidup para pembacanya selamanya. Novel Paulo Coelho yang memikat ini telah memberikan inspirasi bagi jutaan orang diseluruh dunia. Kisah yang sangat sederhana, Namun menyimpan kebijaksanaan penuh makna, tentang anak gembala bernama Santiagi yang berkelana dari rumahnya di Spanyol ke padang pasir Mesir untuk mencari harta karun terpendam di Piramida-Piramida. Dalam perjalanan di bertemu seseorang perempuan Gipsi, seorang lelaki yang mengaku dirinya Raja, dan seorang alkemis-semuanya menunjukan jalan kepada Santiago untuk menuju harta karunnya. 

Tak ada yang tahu isi harta karun itu, atau apakah Santiago akan berhasil mengatasi rintangan-rintangan sepanjang jalan. Namun perjalanan yang semula bertujuan untuk menemukan harta duniawi berubah menjadi menemukan harta di dalam diri.
Kaya, menggungah, dan sangat manusiawi, kisah Santiago menunjukan kekuatan mimpi-mimpi dan pentingnya mendengarkan suara hati kita. 


Quote: 
Mereka menyimpulkan bahwa masa lalu lebih baik dari masa sekarang – 16

Yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan- Hal 19 

Mimpi-mimpi adalah bahasa Tuhan. Hal 21

Gembala selalu mengambil resiko dengan serigala dan musim kemarau; Itulah yang membuat kehidupan gembala jadi menarik. Hal 21

Dalam hidup ini, justru hal-hal sederhanalah yang paling luar biasa; Hanya orang-orang bijak yang dapat memahaminya. Hal 24

Itulah daya tarik berkelana baginya, dia selalu mendapatkan teman-teman baru, dan  dia tidak perlu bersama-sama mereka sepanjang waktu. Kalau kita bergaul dengan orang-orang yang sama setiap hari, seperti yang dialaminya di seminari, Lalu kita ingin orang itu berubah. Kalau orang itu tidak seperti yang dikehendaki orang-orang lain, maka orang-orang lain ini menjadi marah. Orang tampaknya selalu merasa lebih tahu, bagaimana orang lain seharusnya menjalani hidup. Tapi mereka tidak tahu bagaimana seharusnya menjalani hidup sendiri. Hal 25

Beginilah dusta terbesar itu: Bahwa pada satu titik dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib. Demikianlah dusta terbesar itu. Hal 28

Takdir adalah apa yang selalu ingin kau capai. Semua orang, ketika masih muda, tahu takdir mereka. Hal 32

Pada titik kehidupan itu, segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takut bermimpi, mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka. Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai meyakinkan mereka bahwa mustahil mereka bisa mewujudkan takir itu. Hal 32

Daya ini adalah kekuatan yang kelihatannya negatif, tapi sebenarnya menunjukan padamu cara mewujudkan takdirmu. Daya ini mempersiapkan rohmu dan kehendakmu,sebab ada satu kebenaran mahabesar di planet ini: siapapun dirimu, apapun yang kau lakukan, kalau engkau sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, itu karena  hasrat tersebut bersumber dari jiwa jagat raya. Itulah misimu di dunia ini. Hal 32

Dunia dihidupi oleh kebahagiaan orang-orang, juga oleh ketidakbahagiaan, rasa iri, dan cemburu. Satu-satunya kewajiban sejati manusia adalah mewujudkan takdirinya. Semua satu adanya. Hal 33

Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya. Hal 33

Aliran air mengungkap keberadaan harta terpendam, dan air pula yang menguburnya. Hal 35

Kalau kau memulai dengan menjanjikan sesuatu yang belum kau miliki, kau akan kehilangan hasratmu untuk berusaha memperolehnya. Hal 36

Tapi pokoknya syukurlah kau sudah belajar bahwa segala sesuatu di dunia ini ada harganya. Hal 36

Kadang lebih baik membiarkan segala sesuatu apa adanya. Hal 37

Baginya setiap hari sama saja, dan kalau setiap hari terasa sama saja, itu karena orang-orang tidak menyadari hal-hal indah yang terjadi dalam hidup mereka setiap hari, seiring terbitnya matahari. Hal 39

Sebab ada daya yang menghendaki engkau mewujudkan takdirmu; Kau dibiarkan mencicipi sukses, untuk menambah semangatmu. Hal 41

Tuhan telah menyiapkan jalan yang mesti dilalui masing-masing orang, Kau tinggal membaca pertanda-pertanda yang ditinggalkan-Nya untukmu. Hal 42
Jangan lupa, segala sesuatu yang kauhadapi pusatnya hanya satu. Jangan lupakan juga bahasa pertanda-pertanda. Namun yang paling utama, jangan lupa mengikuti takdirmu sampai pada akhirnya. Hal 43

Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan tetes-tetes air di sendokmu. Hal 45

Dan dia tahu uang bisa membawa keajaiban, orang yang punya uang tidak pernah kekurangan teman. Hal 48

Belajarlah mengenai pertanda-pertanda, dan ikutilah petunjuk mereka. Hal 57
Ada hal-hal yang tidak perlu dipertanyakan, supaya kau tidak melarikan diri dari takdirmu. Hal 57

Segala sesuatu satu adanya. Hal 61

Sebab kita harus memberi respons pada pertanda-pertanda. Hal 70

Ini namanya hukum keberuntungan,keberuntungan pemula. Sebab kehidupan ini ingin kau bisa meraih takdirmu. Hal 70

Sebab justru impian hendak pergi ke Mekkah-lah yang membuatku bertahan hidup. Impian itulah yang membantuku menjalani hari-hariku yang selalu sama ini, kristal-kristal bisu di rak-rak itu, serta makan siang dan makan malam di kedai jelek yang itu-itu juga. Aku takut kalau impianku menjadi kenyataan, aku jadi tidak punya alasan lagi untuk hidup. Hal 74

Tidak setiap orang merasa bahagia kalau mimpinya menjadi kenyataan. Hal 74

Kau harus selalu tahu pasti, apa yang kauinginkan. Hal 75

Orang mudah tertarik pada keindahan. Hal 76

Kadang derasnya aliran sungai tak bisa dihambat. Hal 79

Jangan pernah berhenti bermimpi , ikutilah pertanda-pertanda. Hal 82

Bahwa didunia ini ada bahasa yang dipahami setiap orang, bahasa yang dipergunakan anak itu sepanjang masa-masa dia mencoba memperbaiki keadaan toko. Bahasa antusiasme, bahasa orang yang berhasil dalam pekerjaannya yang dilakukan dengan penuh cinta dan tujuan, juga sebagai bagian dari pencarian akan sesuatu yang diyakini dan dihasratinya. Hal 83

Kalau kau menginginkan sesuatu, seisi jagat raya akan bekerja sama membantumu memeperolehnya. Hal 83

Aku selalu ada di dekat orang yang hendak mewujudkan takdirnya. Hal 87

Mengambil keputusan barulah permulaannya. Saat orang mengambil keputusan, berarti 
dia menceburkan diri dalam arus deras yang akan membawanya ke tempat-tempat yang tak pernah dibayangkan ketika dia pertama-tama mengambil keputusan tersebut. Hal 90

Segala sesuatu dalam hidup ini adalah pertanda. Hal 92

Tidak ada yang namanya kebetulan. Hal 95

Semakin dekat seseorang dalam mewujudkan takdirya, semakin takdir itu menjadi alasan sejati keberadaanya. Hal 96

Intuisi sebenarnya adalah peleburan jiwa dengan begitu saja ke dalam arus kehidupan universal, dimana sejarah semua manusia saling terkait, dan kita bisa mengetahui segalanya, sebab segalanya telah tertulis disana. Hal 98

Manusia tidak perlu takut akan hal-hal yang tidak diketahui, kalau mereka sanggup meraih apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Hal 101

Kita takut kehilangan apa yang kita miliki, entah itu hidup kita, harta benda kita, ataupun tanah kita. Tapi rasa takut ini menguap begitu kita memahami bahwa kisah-kisah hidup kita dan sejarah didunia ini ditulis oleh tangan yang sama. Hal 101

Dan kalau kau tak bisa mundur lagi, kau hanya perlu memikirkan cara terbaik untuk maju terus. Selebihnya terserah pada Allah, termasuk bahaya yang mungkin mengintai. Hal 102

Kita banyak mengambil jalan memutar, tapi kita selalu mengarah ke tujuan semula. Hal 
102

Begitulah prinsip yang mengatur segala sesuatu. Hal 103

Dalam alkimia, itu namanya jiwa dunia. Kalau kau menginginkan sesuatu sepenuh hatimu, saat itulah kau berada amat sangat dekat dengan jiwa dunia. Dan itu selalu merupakan daya positif. Hal 103

Segala sesuatu dimuka bumi ini memiliki jiwa, entah itu mineral, sayuran atau binatang atau sekadar buah pikiran. 104

Segala sesuatu di bumi ini terus-menerus bertransformasi, sebab bumi ini hidup dan memiliki jiwa. Kita bagian dari jiwa itu, itu sebabnya kita jarang menyadari bahwa jiwa ini bekerja untuk kita. Hal 104

Dia akan menguji setiap langkah kita, untuk melihat apakah kita melangkah pada waktunya, dan kalau ya, maka kita akan berhasil tiba di oasis itu. Hal 104

Segala sesuatu merupakan manifestasi satu hal saja. Hal 105 

Aku belajar bahwa didunia ini memiliki jiwa, dan siapa pun yang memahami jiwa ini juga bisa memahami bahasa benda-benda. Hal 109

Setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk mempelajari sesuatu 112

Dunia ini bisa bicara dengan banyak bahasa. Hal 113

Sebab orang-orang mudah terpesona oleh gambar-gambar dan kata-kata, hingga pada akhirnya mereka melupakan bahasa dunia. Hal 115

Bahasa dunia yang murni. Bahasa yang tidak membutuhkan penjelasan, Seperti halnya jagat raya ini tidak membutuhkan penjelasan dalam perputarannya di ruang-ruang waktu yang tak berujung. Hal 122

Dan saat dua orang ini bertemu dan mata mereka beradu pandang, masa lalu dan masa depan tak lagi penting. Yang ada hanyalah saat ini, serta keyakinan yang amat sangat bahwa segala sesuatu dibawah matahari ini digoreskan oleh satu tangan yang sama. Tangan yang telah membangkitkan rasa cinta, menciptakan kembaran jiwa untuk setiap orang di dunia. Tanpa cinta semacam itu, mimpi-mimpi kita tak lagi berarti. Hal 123

Kalau aku bagian dari mimpimu, suatu hari nanti kau pasti kembali. Hal 128

Takut gagal inilah yang selalu membuatku tidak berani mencoba menghasilkan karya agung ini. 129

Kalau kau sedang jatuh cinta, banyak hal jadi lebih bisa dipaham. Hal 131

Apapun yang kita amati, kita bisa menemukan kaitannya dengan pengalaman kita sendiri pada saat itu. Hal 133

Masa depan sudah ditulis oleh Allah, dan apa yang telah di tulis-NYA, selalu untuk kebaikan manusia. Hal 133

Kau harus mengerti, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. Kalau dia melepaskan impian-impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati, bukan cinta yang berbicara bahasa dunia. Hal 157

Orang yang dicintai karena dia memang dicintai. Tidak ada alasan untuk mencintai. Hal 159

Jadi, aku mencintaimu karena seisi jagat raya ini bekerja sama membantuku menemukanmu. Hal 159

Segalanya telah tertulis di dalam jiwa dunia, dan akan tetap di sana selamanya. Hal 161
Manusia lebih banyak memimpikan pulang ke rumah  daripada meninggalkan rumah. Hal 161

Mereka mencari harta yang ditakdirkan bagi mereka tapi tidak mau menjalani takdir itu. Hal 163

Orang-orang bijak memahami bahwa alam semesta ini hanyalah citra dan tiruan akan surga. Dunia ini ada sekadar untuk menunjukan bahwa ada dunia yang lebih sempurna. Allah menciptakan dunia ini agar melalui objek-objeknya yang terlihat, manusia bisa memahami ajaran-ajaran spiritualnya serta kebijaksanaan yang amat sangat mengagumkan. Itulah yang kumaksud dengan tindakan. Hal 165

Dengarkan suara hatimu. Hatimu tahu segalanya, sebab hatimu berasal dari jiwa dunia, dan suatu hari nanti akan kembali ke sana. Hal 166

Sebab di mana hatimu berada, di situlah hartamu berada. Hal 167

Sebab kau tidak akan pernah bisa menyuruhnya diam, kalaupun kau pura-pura menulikan telinga terhadapnya, dia akan selalu bersuara di dalam dirimu, mengulangi pikiranmu tentang kehidupan dan dunia ini. Hal 169

Penghianatan adalah pukulan tak terduga-duga kalau kau mengenal hatimu dengan baik, dia tak akan pernah menghianatimu. Sebab kau tahu pasti mimpi-mimpi dan keinginan-keinginannya,  dan kau akan tahu juga cara menyikapinya. Hal 168

Kau takkan pernah bisa lari dari hatimu. Jadi, sebaiknya dengarkanlah suaranya. Dengan begitu, kau tidak perlu takut mendapatkan pukulan yang tak disangka-sangka. Hal 168

Meski kadang aku suka mengeluh, itu karena aku ini hati manusia, dan hati manusia memang seperti itu. Orang-orang takut mengejar impian-impian mereka paling berharga, sebab mereka merasa tidak layak mendapatkannya, atau tidak akan pernah bisa mewujudkannya. Kami, hati manusia, menjadi takut kalau memikirkan orang-orang tercinta yang pergi selamanya, atau saat-saat yang mestinya indah tapi ternyata tidak, atau harta karun yang mungkin bisa ditemukan tapi justru terkubur selamanya. Sebab, kalau hal-hal itu terjadi, kami sangat menderita. Hal 169

Katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menyiksa daripada penderitaan itu sendiri. Dan tak ada hati yang menderita saat mengejar impian-impiannya, sebab setiap detik pencarian itu bisa diibaratkan pertemuan kembali dengan Tuhan dan keabadian. Hal 169

Setiap detik pencarian adalah pertemuan dengan Tuhan. Hal 169

Yang perlu kau ketahui adalah: sebelum mimpi bisa terwujud, Jiwa Dunia menguji segala sesuatu yang telah kita pelajari sepanjang jalan. Bukan karena dia jahat, melainkan agar selain mewujudkan impian-impian kita, kita juga menguasai pelajaran-pelajaran yang kita peroleh dalam proses mewujudkan impian itu. Dan dititik inilah orang biasanya mati kehausan. Hal 172

Setiap pencarian dimulai dengan keberuntungan si pemula. Dan setiap pencarian diakhiri dengan ujian berat bagi si pemenang. Hal 172

Matamu menunjukan kekuatan jiwamu. Hal 176

Segala sesuatu di alam semesta ini berevolusi. Hal 177

Manusia tak pernah memahami ucapan orang-orang bijak. Hal 177

Dan siapa pun yang campur tangan dalam takdir orang lain tidak akan pernah menemukan takdirnya sendiri. Hal 178

Jarang-jarang uang bisa menyelamatkan hidup manusia. Hal 183

Jangan menyerah pada rasa takutmu. Hal 183

Kalau kau menyerah, kau tidak akan bisa berkomunikasi dengan hatimu. Hal 183

Orang yang menjalani takdirnya tahu segala yang perlu diketahuinya. Hanya ada satu hal yang membuat orang tak bisa meraih impiannya: Takut gagal. Hal 184

Berarti kau akan mati ditengah usahamu mencoba mewujudkan takdirmu. Itu jauh lebih baik daripada mati seperti jutaan orang lainnya yang bahkan tidak pernah tahu takdir mereka. Hal 184

Memang benar, segala sesuatu memiliki takdirnya masing-masing, tapi suatu hari nanti takdir itu akan terwujud. Maka masing-masing ciptaan harus bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih baik, dan mencapai takdir yang baru, sehingga suatu hari kelak Jiwa Dunia menjadi satu kesatuan yang utuh. Hal 194

Agar setiap orang mencari harta karunnya sendiri, menemukannya, dan timbul keinginan untuk menjadi orang yang lebih baik daripada dalam kehidupan sebelumnya. Hal 194
Mereka menunjukan bahwa kalau kita berusaha menjadi lebih baik, segala sesuatu di sekitar kita akan ikut menjadi lebih baik. Hal. 195

Setiap orang di dunia ini, apapun pekerjaannya, memainkan peran penting dalam sejarah dunia. Dan biasanya orang itu sendiri tidak menyadarinya. Hal 205







0 comments:

Post a Comment