Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-2305-3
Penulis : Paulo Coelho
Cetakan : Ke-20 Agustus 2016
Blurb:
Setiap beberapa puluh tahun, muncul sebuah buku yang mengubah hidup para pembacanya selamanya. Novel Paulo Coelho yang memikat ini telah memberikan inspirasi bagi jutaan orang diseluruh dunia. Kisah yang sangat sederhana, Namun menyimpan kebijaksanaan penuh makna, tentang anak gembala bernama Santiagi yang berkelana dari rumahnya di Spanyol ke padang pasir Mesir untuk mencari harta karun terpendam di Piramida-Piramida. Dalam perjalanan di bertemu seseorang perempuan Gipsi, seorang lelaki yang mengaku dirinya Raja, dan seorang alkemis-semuanya menunjukan jalan kepada Santiago untuk menuju harta karunnya.
Tak ada yang tahu isi harta karun itu, atau apakah Santiago akan berhasil mengatasi rintangan-rintangan sepanjang jalan. Namun perjalanan yang semula bertujuan untuk menemukan harta duniawi berubah menjadi menemukan harta di dalam diri.
Kaya, menggungah, dan sangat manusiawi, kisah Santiago menunjukan kekuatan mimpi-mimpi dan pentingnya mendengarkan suara hati kita.
Quote:
Mereka menyimpulkan bahwa masa lalu lebih baik dari masa sekarang – 16
Yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan- Hal 19
Mimpi-mimpi adalah bahasa Tuhan. Hal 21
Gembala selalu mengambil resiko dengan serigala dan musim kemarau; Itulah yang membuat kehidupan gembala jadi menarik. Hal 21
Dalam hidup ini, justru hal-hal sederhanalah yang paling luar biasa; Hanya orang-orang bijak yang dapat memahaminya. Hal 24
Itulah daya tarik berkelana baginya, dia selalu mendapatkan teman-teman baru, dan dia tidak perlu bersama-sama mereka sepanjang waktu. Kalau kita bergaul dengan orang-orang yang sama setiap hari, seperti yang dialaminya di seminari, Lalu kita ingin orang itu berubah. Kalau orang itu tidak seperti yang dikehendaki orang-orang lain, maka orang-orang lain ini menjadi marah. Orang tampaknya selalu merasa lebih tahu, bagaimana orang lain seharusnya menjalani hidup. Tapi mereka tidak tahu bagaimana seharusnya menjalani hidup sendiri. Hal 25
Beginilah dusta terbesar itu: Bahwa pada satu titik dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib. Demikianlah dusta terbesar itu. Hal 28
Takdir adalah apa yang selalu ingin kau capai. Semua orang, ketika masih muda, tahu takdir mereka. Hal 32
Pada titik kehidupan itu, segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takut bermimpi, mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka. Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai meyakinkan mereka bahwa mustahil mereka bisa mewujudkan takir itu. Hal 32
Daya ini adalah kekuatan yang kelihatannya negatif, tapi sebenarnya menunjukan padamu cara mewujudkan takdirmu. Daya ini mempersiapkan rohmu dan kehendakmu,sebab ada satu kebenaran mahabesar di planet ini: siapapun dirimu, apapun yang kau lakukan, kalau engkau sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, itu karena hasrat tersebut bersumber dari jiwa jagat raya. Itulah misimu di dunia ini. Hal 32
Dunia dihidupi oleh kebahagiaan orang-orang, juga oleh ketidakbahagiaan, rasa iri, dan cemburu. Satu-satunya kewajiban sejati manusia adalah mewujudkan takdirinya. Semua satu adanya. Hal 33
Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya. Hal 33
Aliran air mengungkap keberadaan harta terpendam, dan air pula yang menguburnya. Hal 35
Kalau kau memulai dengan menjanjikan sesuatu yang belum kau miliki, kau akan kehilangan hasratmu untuk berusaha memperolehnya. Hal 36
Tapi pokoknya syukurlah kau sudah belajar bahwa segala sesuatu di dunia ini ada harganya. Hal 36
Kadang lebih baik membiarkan segala sesuatu apa adanya. Hal 37
Baginya setiap hari sama saja, dan kalau setiap hari terasa sama saja, itu karena orang-orang tidak menyadari hal-hal indah yang terjadi dalam hidup mereka setiap hari, seiring terbitnya matahari. Hal 39
Sebab ada daya yang menghendaki engkau mewujudkan takdirmu; Kau dibiarkan mencicipi sukses, untuk menambah semangatmu. Hal 41
Tuhan telah menyiapkan jalan yang mesti dilalui masing-masing orang, Kau tinggal membaca pertanda-pertanda yang ditinggalkan-Nya untukmu. Hal 42
Jangan lupa, segala sesuatu yang kauhadapi pusatnya hanya satu. Jangan lupakan juga bahasa pertanda-pertanda. Namun yang paling utama, jangan lupa mengikuti takdirmu sampai pada akhirnya. Hal 43
Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan tetes-tetes air di sendokmu. Hal 45
Dan dia tahu uang bisa membawa keajaiban, orang yang punya uang tidak pernah kekurangan teman. Hal 48
Belajarlah mengenai pertanda-pertanda, dan ikutilah petunjuk mereka. Hal 57
Ada hal-hal yang tidak perlu dipertanyakan, supaya kau tidak melarikan diri dari takdirmu. Hal 57
Segala sesuatu satu adanya. Hal 61
Sebab kita harus memberi respons pada pertanda-pertanda. Hal 70
Ini namanya hukum keberuntungan,keberuntungan pemula. Sebab kehidupan ini ingin kau bisa meraih takdirmu. Hal 70
Sebab justru impian hendak pergi ke Mekkah-lah yang membuatku bertahan hidup. Impian itulah yang membantuku menjalani hari-hariku yang selalu sama ini, kristal-kristal bisu di rak-rak itu, serta makan siang dan makan malam di kedai jelek yang itu-itu juga. Aku takut kalau impianku menjadi kenyataan, aku jadi tidak punya alasan lagi untuk hidup. Hal 74
Tidak setiap orang merasa bahagia kalau mimpinya menjadi kenyataan. Hal 74
Kau harus selalu tahu pasti, apa yang kauinginkan. Hal 75
Orang mudah tertarik pada keindahan. Hal 76
Kadang derasnya aliran sungai tak bisa dihambat. Hal 79
Jangan pernah berhenti bermimpi , ikutilah pertanda-pertanda. Hal 82
Bahwa didunia ini ada bahasa yang dipahami setiap orang, bahasa yang dipergunakan anak itu sepanjang masa-masa dia mencoba memperbaiki keadaan toko. Bahasa antusiasme, bahasa orang yang berhasil dalam pekerjaannya yang dilakukan dengan penuh cinta dan tujuan, juga sebagai bagian dari pencarian akan sesuatu yang diyakini dan dihasratinya. Hal 83
Kalau kau menginginkan sesuatu, seisi jagat raya akan bekerja sama membantumu memeperolehnya. Hal 83
Aku selalu ada di dekat orang yang hendak mewujudkan takdirnya. Hal 87
Mengambil keputusan barulah permulaannya. Saat orang mengambil keputusan, berarti
dia menceburkan diri dalam arus deras yang akan membawanya ke tempat-tempat yang tak pernah dibayangkan ketika dia pertama-tama mengambil keputusan tersebut. Hal 90
Segala sesuatu dalam hidup ini adalah pertanda. Hal 92
Tidak ada yang namanya kebetulan. Hal 95
Semakin dekat seseorang dalam mewujudkan takdirya, semakin takdir itu menjadi alasan sejati keberadaanya. Hal 96
Intuisi sebenarnya adalah peleburan jiwa dengan begitu saja ke dalam arus kehidupan universal, dimana sejarah semua manusia saling terkait, dan kita bisa mengetahui segalanya, sebab segalanya telah tertulis disana. Hal 98
Manusia tidak perlu takut akan hal-hal yang tidak diketahui, kalau mereka sanggup meraih apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Hal 101
Kita takut kehilangan apa yang kita miliki, entah itu hidup kita, harta benda kita, ataupun tanah kita. Tapi rasa takut ini menguap begitu kita memahami bahwa kisah-kisah hidup kita dan sejarah didunia ini ditulis oleh tangan yang sama. Hal 101
Dan kalau kau tak bisa mundur lagi, kau hanya perlu memikirkan cara terbaik untuk maju terus. Selebihnya terserah pada Allah, termasuk bahaya yang mungkin mengintai. Hal 102
Kita banyak mengambil jalan memutar, tapi kita selalu mengarah ke tujuan semula. Hal
102
Begitulah prinsip yang mengatur segala sesuatu. Hal 103
Dalam alkimia, itu namanya jiwa dunia. Kalau kau menginginkan sesuatu sepenuh hatimu, saat itulah kau berada amat sangat dekat dengan jiwa dunia. Dan itu selalu merupakan daya positif. Hal 103
Segala sesuatu dimuka bumi ini memiliki jiwa, entah itu mineral, sayuran atau binatang atau sekadar buah pikiran. 104
Segala sesuatu di bumi ini terus-menerus bertransformasi, sebab bumi ini hidup dan memiliki jiwa. Kita bagian dari jiwa itu, itu sebabnya kita jarang menyadari bahwa jiwa ini bekerja untuk kita. Hal 104
Dia akan menguji setiap langkah kita, untuk melihat apakah kita melangkah pada waktunya, dan kalau ya, maka kita akan berhasil tiba di oasis itu. Hal 104
Segala sesuatu merupakan manifestasi satu hal saja. Hal 105
Aku belajar bahwa didunia ini memiliki jiwa, dan siapa pun yang memahami jiwa ini juga bisa memahami bahasa benda-benda. Hal 109
Setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk mempelajari sesuatu 112
Dunia ini bisa bicara dengan banyak bahasa. Hal 113
Sebab orang-orang mudah terpesona oleh gambar-gambar dan kata-kata, hingga pada akhirnya mereka melupakan bahasa dunia. Hal 115
Bahasa dunia yang murni. Bahasa yang tidak membutuhkan penjelasan, Seperti halnya jagat raya ini tidak membutuhkan penjelasan dalam perputarannya di ruang-ruang waktu yang tak berujung. Hal 122
Dan saat dua orang ini bertemu dan mata mereka beradu pandang, masa lalu dan masa depan tak lagi penting. Yang ada hanyalah saat ini, serta keyakinan yang amat sangat bahwa segala sesuatu dibawah matahari ini digoreskan oleh satu tangan yang sama. Tangan yang telah membangkitkan rasa cinta, menciptakan kembaran jiwa untuk setiap orang di dunia. Tanpa cinta semacam itu, mimpi-mimpi kita tak lagi berarti. Hal 123
Kalau aku bagian dari mimpimu, suatu hari nanti kau pasti kembali. Hal 128
Takut gagal inilah yang selalu membuatku tidak berani mencoba menghasilkan karya agung ini. 129
Kalau kau sedang jatuh cinta, banyak hal jadi lebih bisa dipaham. Hal 131
Apapun yang kita amati, kita bisa menemukan kaitannya dengan pengalaman kita sendiri pada saat itu. Hal 133
Masa depan sudah ditulis oleh Allah, dan apa yang telah di tulis-NYA, selalu untuk kebaikan manusia. Hal 133
Kau harus mengerti, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. Kalau dia melepaskan impian-impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati, bukan cinta yang berbicara bahasa dunia. Hal 157
Orang yang dicintai karena dia memang dicintai. Tidak ada alasan untuk mencintai. Hal 159
Jadi, aku mencintaimu karena seisi jagat raya ini bekerja sama membantuku menemukanmu. Hal 159
Segalanya telah tertulis di dalam jiwa dunia, dan akan tetap di sana selamanya. Hal 161
Manusia lebih banyak memimpikan pulang ke rumah daripada meninggalkan rumah. Hal 161
Mereka mencari harta yang ditakdirkan bagi mereka tapi tidak mau menjalani takdir itu. Hal 163
Orang-orang bijak memahami bahwa alam semesta ini hanyalah citra dan tiruan akan surga. Dunia ini ada sekadar untuk menunjukan bahwa ada dunia yang lebih sempurna. Allah menciptakan dunia ini agar melalui objek-objeknya yang terlihat, manusia bisa memahami ajaran-ajaran spiritualnya serta kebijaksanaan yang amat sangat mengagumkan. Itulah yang kumaksud dengan tindakan. Hal 165
Dengarkan suara hatimu. Hatimu tahu segalanya, sebab hatimu berasal dari jiwa dunia, dan suatu hari nanti akan kembali ke sana. Hal 166
Sebab di mana hatimu berada, di situlah hartamu berada. Hal 167
Sebab kau tidak akan pernah bisa menyuruhnya diam, kalaupun kau pura-pura menulikan telinga terhadapnya, dia akan selalu bersuara di dalam dirimu, mengulangi pikiranmu tentang kehidupan dan dunia ini. Hal 169
Penghianatan adalah pukulan tak terduga-duga kalau kau mengenal hatimu dengan baik, dia tak akan pernah menghianatimu. Sebab kau tahu pasti mimpi-mimpi dan keinginan-keinginannya, dan kau akan tahu juga cara menyikapinya. Hal 168
Kau takkan pernah bisa lari dari hatimu. Jadi, sebaiknya dengarkanlah suaranya. Dengan begitu, kau tidak perlu takut mendapatkan pukulan yang tak disangka-sangka. Hal 168
Meski kadang aku suka mengeluh, itu karena aku ini hati manusia, dan hati manusia memang seperti itu. Orang-orang takut mengejar impian-impian mereka paling berharga, sebab mereka merasa tidak layak mendapatkannya, atau tidak akan pernah bisa mewujudkannya. Kami, hati manusia, menjadi takut kalau memikirkan orang-orang tercinta yang pergi selamanya, atau saat-saat yang mestinya indah tapi ternyata tidak, atau harta karun yang mungkin bisa ditemukan tapi justru terkubur selamanya. Sebab, kalau hal-hal itu terjadi, kami sangat menderita. Hal 169
Katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menyiksa daripada penderitaan itu sendiri. Dan tak ada hati yang menderita saat mengejar impian-impiannya, sebab setiap detik pencarian itu bisa diibaratkan pertemuan kembali dengan Tuhan dan keabadian. Hal 169
Setiap detik pencarian adalah pertemuan dengan Tuhan. Hal 169
Yang perlu kau ketahui adalah: sebelum mimpi bisa terwujud, Jiwa Dunia menguji segala sesuatu yang telah kita pelajari sepanjang jalan. Bukan karena dia jahat, melainkan agar selain mewujudkan impian-impian kita, kita juga menguasai pelajaran-pelajaran yang kita peroleh dalam proses mewujudkan impian itu. Dan dititik inilah orang biasanya mati kehausan. Hal 172
Setiap pencarian dimulai dengan keberuntungan si pemula. Dan setiap pencarian diakhiri dengan ujian berat bagi si pemenang. Hal 172
Matamu menunjukan kekuatan jiwamu. Hal 176
Segala sesuatu di alam semesta ini berevolusi. Hal 177
Manusia tak pernah memahami ucapan orang-orang bijak. Hal 177
Dan siapa pun yang campur tangan dalam takdir orang lain tidak akan pernah menemukan takdirnya sendiri. Hal 178
Jarang-jarang uang bisa menyelamatkan hidup manusia. Hal 183
Jangan menyerah pada rasa takutmu. Hal 183
Kalau kau menyerah, kau tidak akan bisa berkomunikasi dengan hatimu. Hal 183
Orang yang menjalani takdirnya tahu segala yang perlu diketahuinya. Hanya ada satu hal yang membuat orang tak bisa meraih impiannya: Takut gagal. Hal 184
Berarti kau akan mati ditengah usahamu mencoba mewujudkan takdirmu. Itu jauh lebih baik daripada mati seperti jutaan orang lainnya yang bahkan tidak pernah tahu takdir mereka. Hal 184
Memang benar, segala sesuatu memiliki takdirnya masing-masing, tapi suatu hari nanti takdir itu akan terwujud. Maka masing-masing ciptaan harus bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih baik, dan mencapai takdir yang baru, sehingga suatu hari kelak Jiwa Dunia menjadi satu kesatuan yang utuh. Hal 194
Agar setiap orang mencari harta karunnya sendiri, menemukannya, dan timbul keinginan untuk menjadi orang yang lebih baik daripada dalam kehidupan sebelumnya. Hal 194
Mereka menunjukan bahwa kalau kita berusaha menjadi lebih baik, segala sesuatu di sekitar kita akan ikut menjadi lebih baik. Hal. 195
Setiap orang di dunia ini, apapun pekerjaannya, memainkan peran penting dalam sejarah dunia. Dan biasanya orang itu sendiri tidak menyadarinya. Hal 205

0 comments:
Post a Comment