"kapan kamu mulai suka membaca?"
Awal mula saya suka membaca itu dimulai dari drama “Rebutan Remote TV” siapa sih yang ga pernah rebutan benda sakral yang satu ini kakak adik apa lagi yang diperebutkan? karna di rumah memang hanya ada satu TV. Kalau enggak ada yang ngalah salah satunya mamah yang lagi masak mendadak jadi wasit penengah, tapi sebagai adik yang baik hati enggak mau terjadi pertumpahan darah *tsssahhhh… pilihannya masuk kamar dan kunci pintu!
Dan kejadian seperti itu enggak sekali dua kali, tapi sering kaliii… *ini gak bisa dibiarin. Ya udah deh dikamar kalau enggak nangis sampe ketiduran ya buku jadi salah satu pengobatnya kejadian itu kurang lebih sekitar umur 8th masih SD. Terkadang sampe sekarang, tapi ga separah dulu udah sama-sama dewasa dan TV udah bukan lagi barang yang se-penting dulu. Semenjak buku mengalihkan duniaku. Dari buku pelajaran yang mau enggak mau harus dibaca. Walau kadang bosan juga, mulai tanya-tanya deh sama saudara belum kenal Google waktu itu belum punya Handphone juga buat cari perpustakaan daerah kota Cirebon.
Dan akhirnya dapatlah alamat perpustakaan daerah kota Cirebon, waktu itu masih bocah banget cuma modal nekat + izin orang tua + uang jajan buat naik angkot + lokasi perpustakaan + sendirian. Parah dek-dekan asli takut diculik! dan itu kali pertama saya buat pergi sendiri, kalau udah nekat semua jadi. Jarak rumah ke perpustakaan daerah ± 1jam dan tanya-tanya ke penumpang sambil nunjukin kertas alamat perpustakaannya. Syukurnya lokasi perpustakaan dekat jalan, entah bagaimana ceritanya kalau lokasi perpustakaan harus masuk-masuk gang! *Entahlah gak berakhir happy ending…
Kalau dirumah biasanya mamah sering beliin koran bekas buat dijadiin pola design baju, nah ini juga yang jadi kebiasaan dari dulu. Mamah secara enggak langsung menebarkan 'virus baca' ya dari koran lah, majalah yang berhubungan sama design-design baju selalu jadi makanan harian. *lafyu mamah ketchup jauh dari anak rantau...
Ini wujud perpustakaan yang legendaris sampai sekarang masih beroperasi
letaknya di : Jalan Brigjen Dharsono (by pass) Cirebon
Senin-Jumat: 08.00 WIB 17.00 WIB,
Sabtu s.d Minggu: 08.00 WIB 13.00 WIB
Seiring berjalannya waktu*cieee…. kenal kan kamu sama si mbah Google? yang udah terkenal sampe pelosok gang *Manfaatkan!!! Banyak e-book gratis, komunitas buku juga. salah satu komunitas buku Stiletto Book Club (SBC) .
Kalau sekarang saya sudah bekerja ± 200.000/Bulan, kamu bisa datang di event-event tertentu misalnya Indonesia Book Fire di Senayan. Atau kamu bisa cek website www.Stilettobook.com yang selalu ngadain Stiletto Shoking Sale. Semoga selalu konsisten ya stiletto.... Itu loh Penerbit Buku Perempuan yang mendedikasikan diri menerbitkan buku-buku fiksi maupun nonfiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan.
Dan ini koleksi buku yang ada disudut kamar anak rantau:
b. Dilarang multitasking tau lah ya kalau kamu baca buku terus ada notifikasi yang ditinggalin buku atau ponsel kamu? Sering gak?
c. Enggak boleh tiduran kalau bisa. Karna apa? Kalau kata ayah itu merusak mata. *kamu gak percaya? Tanya gih..
d. Penerangan yang cukup.
e. Pastikan kamu ‘mengosongkan gelas’ kamu. Biar ilmu dari buku yang kamu baca gak cepat hilang dari fikiran kamu.
Happy birthday Stiletto Book…
Nama : Cholifah
Twitter: @liefahzaneta
Fb : Liefah Kimyosan
Email : liefahzaneta@yahoo.com
Awal mula saya suka membaca itu dimulai dari drama “Rebutan Remote TV” siapa sih yang ga pernah rebutan benda sakral yang satu ini kakak adik apa lagi yang diperebutkan? karna di rumah memang hanya ada satu TV. Kalau enggak ada yang ngalah salah satunya mamah yang lagi masak mendadak jadi wasit penengah, tapi sebagai adik yang baik hati enggak mau terjadi pertumpahan darah *tsssahhhh… pilihannya masuk kamar dan kunci pintu!
Dan kejadian seperti itu enggak sekali dua kali, tapi sering kaliii… *ini gak bisa dibiarin. Ya udah deh dikamar kalau enggak nangis sampe ketiduran ya buku jadi salah satu pengobatnya kejadian itu kurang lebih sekitar umur 8th masih SD. Terkadang sampe sekarang, tapi ga separah dulu udah sama-sama dewasa dan TV udah bukan lagi barang yang se-penting dulu. Semenjak buku mengalihkan duniaku. Dari buku pelajaran yang mau enggak mau harus dibaca. Walau kadang bosan juga, mulai tanya-tanya deh sama saudara belum kenal Google waktu itu belum punya Handphone juga buat cari perpustakaan daerah kota Cirebon.
Dan akhirnya dapatlah alamat perpustakaan daerah kota Cirebon, waktu itu masih bocah banget cuma modal nekat + izin orang tua + uang jajan buat naik angkot + lokasi perpustakaan + sendirian. Parah dek-dekan asli takut diculik! dan itu kali pertama saya buat pergi sendiri, kalau udah nekat semua jadi. Jarak rumah ke perpustakaan daerah ± 1jam dan tanya-tanya ke penumpang sambil nunjukin kertas alamat perpustakaannya. Syukurnya lokasi perpustakaan dekat jalan, entah bagaimana ceritanya kalau lokasi perpustakaan harus masuk-masuk gang! *Entahlah gak berakhir happy ending…
Kalau dirumah biasanya mamah sering beliin koran bekas buat dijadiin pola design baju, nah ini juga yang jadi kebiasaan dari dulu. Mamah secara enggak langsung menebarkan 'virus baca' ya dari koran lah, majalah yang berhubungan sama design-design baju selalu jadi makanan harian. *lafyu mamah ketchup jauh dari anak rantau...
Ini wujud perpustakaan yang legendaris sampai sekarang masih beroperasi
letaknya di : Jalan Brigjen Dharsono (by pass) Cirebon
Senin-Jumat: 08.00 WIB 17.00 WIB,
Sabtu s.d Minggu: 08.00 WIB 13.00 WIB
Sumber: http://duniaperpustakaan.com/
Sumber: http://www.cirebontrust.com/
Setelah tahu lokasinya seperti menemukan ‘Dunia’ baru tempat Ke-2 setelah rumah. Mulai deh udah berani buat pergi kesana-kesini sendirian. Dari pergi ke perpustakaan sendirian, kalau kemana-mana maunya enggak perlu dianter orang tua. Ah perpustakaan kamu bikin aku jadi wanita pemberani. Udah deh jadi member perpustakaan dari SD,SMP,SMK dan kartu anggota perpustakaan berlaku satu tahun cuma bayar 5000 rupiah waw banget kan? *Petugasnya sampai hafal Lo Lagi Lo Lagi….
Perpustakaan sekolah memang dekat dan menarik buat dikunjungin tapi ga senyaman perpustakaan daerah walau jaraknya lebih jauh. *Cari yang nyaman walau letaknya berjauhan, karna jarak diciptakan bukan untuk memisahkan ehh…..
"Genre buku yang biasa dibaca"
Yang pasti enggak berbau horror, selain itu semuanya suka buat dibaca.
"Berapa bujetmu dalam sebulan untuk membeli buku?"
Dulu zaman masih pake seragam sekolah yang pasti cari yang gratis selagi masih ada perpustakaan. *Plis jangan sia-siain perpustakaan udah percaya kamu buat minjemin buku, kamu jangan milih yang belum tentu dia ada buat kamu!
Seiring berjalannya waktu*cieee…. kenal kan kamu sama si mbah Google? yang udah terkenal sampe pelosok gang *Manfaatkan!!! Banyak e-book gratis, komunitas buku juga. salah satu komunitas buku Stiletto Book Club (SBC) .
Kalau sekarang saya sudah bekerja ± 200.000/Bulan, kamu bisa datang di event-event tertentu misalnya Indonesia Book Fire di Senayan. Atau kamu bisa cek website www.Stilettobook.com yang selalu ngadain Stiletto Shoking Sale. Semoga selalu konsisten ya stiletto.... Itu loh Penerbit Buku Perempuan yang mendedikasikan diri menerbitkan buku-buku fiksi maupun nonfiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan.
Dan ini koleksi buku yang ada disudut kamar anak rantau:
tau kan terbitan stiletto yang mana?
"Tip dan Trik membaca buku versi saya!"
a. Diusahakan kamu enggak membaca pertengahan halaman terlebih dahulu karna apa? Menurut saya nilai buku akan berkurang dan akan menjadi lebih bermakna kalau kamu mulai membacanya dari halaman pertama. Putuskan dari awal setelah kamu suka dengan cover buku dan Sinopsisnya.
b. Dilarang multitasking tau lah ya kalau kamu baca buku terus ada notifikasi yang ditinggalin buku atau ponsel kamu? Sering gak?
c. Enggak boleh tiduran kalau bisa. Karna apa? Kalau kata ayah itu merusak mata. *kamu gak percaya? Tanya gih..
d. Penerangan yang cukup.
e. Pastikan kamu ‘mengosongkan gelas’ kamu. Biar ilmu dari buku yang kamu baca gak cepat hilang dari fikiran kamu.
"Menyebarkan virus membaca!"
Dulu saya sudah coba buat ajak teman buat ke ‘perpustakaan 400’ tempat persembunyian saya tapi satu kali, dua kali mau ikut tapi setelah itu dengan berbagai alasan mereka udah enggak mau lagi *Yasudah membaca juga pilihan sama seperti bahagia. ya kan ?
Kalau sekarang dikantor biasanya novel yang sering saya bawa, jam istirahat saya manfaatin buat baca buku atau artikel. dan nemuin teman kantor dengan hoby yang sama biasanya jadi barter buku. *Seru kan?
Dan kebiasaan membaca itu menular ya… kalau setiap pulang kampung yang ditanya *Tante bawa buku apa? udah jadi tante-tante sekarang!
"Pendapatmu kenapa minat baca masyarakat indonesia sangat rendah?"
1. Menurut saya dari lingkungan ya terutama lingkungan keluarga terutama, kembali lagi ke ibu yang biasanya memberikan motivasi kepada anaknya untuk selalu membaca, membaca, dan membaca. dimulai dari membiasakan dongeng sebelum tidur misalnya dari kebiasaan-kebiasaan kecil akan berdampak baik untuk perkembangan si-anak.
2. Banyaknya hiburan di 'TV&remote' yang menurut saya kurang mendidik apalagi sekarang dengan adanya game online udah deh buku cuma jadi hiasan kamar *menurut saya loh yaa
3. Letak perpustakaan dan taman baca yang jauh *Pengalaman, karna untuk ke perpustakaan harus ke kota terlebih dahulu. dan kalau sekarang yang jadi tantangan buat kita *ah kita oke Gue! adalah gadget terutama pada anak, untuk orang tua kalau bisa perlu adanya pengawasan lebih.
Percaya deh dengan kamu banyak membaca kamu bisa ‘membaca halaman’ orang lain. karna apa? dari sana kamu bisa memahami, merasakan, kok bisa begini? Kok bisa begitu? Dan itu buat kamu semakin Sexy! Dan lagi kamu kamu wanita, kamu harus tau banyak hal, dunia wanita yang gak ada ujungnya dan ada yang bilang kalau tugas wanita itu: “Dari terbit fajar hingga tenggelamnya mata suami” Right? Dan kamu harus punya banyak ilmu entah nanti berkarir atau jadi ibu rumah tangga, atau bisa melakukan keduanya secara bersama. Biarkan buku yang menjelaskan untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab.
“Apa yang kamu baca hari ini akan mempengaruhi keputusanmu esok hari” - Cholifah-
Happy birthday Stiletto Book…
Nama : Cholifah
Twitter: @liefahzaneta
Fb : Liefah Kimyosan
Email : liefahzaneta@yahoo.com






0 comments:
Post a Comment